RUPST Kimia Farma Setujui Angkat Komisaris Baru
RUPST Kimia Farma Setujui Angkat Komisaris Baru

RUPST Kimia Farma Setujui Angkat Komisaris Baru

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang dilaksanakan pada akhir April 2024 menghasilkan keputusan penting bagi struktur kepengurusan perusahaan. Dalam rapat tersebut, pemegang saham secara bulat menyetujui pengangkatan seorang komisaris baru untuk memperkuat dewan komisaris.

Pengangkatan ini dilakukan setelah pertimbangan matang atas kebutuhan strategi perusahaan di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat. Komisaris yang baru diangkat adalah Bapak Dr. Hadi Susanto, seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor kesehatan dan manajemen perusahaan publik.

Berikut profil singkat komisaris yang baru diangkat:

  • Nama: Dr. Hadi Susanto
  • Latar Belakang Pendidikan: Doktor Farmasi, Universitas Indonesia
  • Pengalaman: Mantan Direktur Pengembangan Bisnis di PT Kalbe Farma Tbk serta pernah menjabat sebagai penasihat strategis di beberapa BUMN sektor kesehatan.
  • Kompetensi Utama: Pengembangan produk farmasi, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan.

Keputusan ini juga menandai pengunduran diri komisaris lama, Bapak Joko Widodo, yang mengakhiri masa baktinya setelah lebih dari lima tahun berkontribusi pada dewan komisaris. Pengunduran diri tersebut disampaikan secara sukarela dan diiringi dengan ucapan terima kasih atas dedikasinya.

Rapat tersebut mencatat bahwa mayoritas pemegang saham mendukung pengangkatan Dr. Hadi Susanto dengan suara bulat, menandakan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan dan visi yang dibawanya. Dewan komisaris yang baru diharapkan dapat mempercepat inisiatif inovasi produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat posisi Kimia Farma di pasar domestik dan internasional.

Selain keputusan pengangkatan komisaris, RUPST juga membahas agenda lain seperti laporan keuangan tahunan, rencana dividen, dan kebijakan tata kelola perusahaan. Semua agenda tersebut disetujui tanpa ada keberatan signifikan, menegaskan stabilitas dan komitmen pemegang saham terhadap arah pertumbuhan perusahaan.

Dengan struktur kepengurusan yang kini lebih solid, Kimia Farma menargetkan peningkatan pendapatan dan ekspansi jaringan distribusi pada tahun mendatang, sejalan dengan rencana pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.