Karyawan Indomaret Bongkar Soal Lembur: Kerja Overtime Juga Disebut Tak Dibayar
Karyawan Indomaret Bongkar Soal Lembur: Kerja Overtime Juga Disebut Tak Dibayar

Karyawan Indomaret Bongkar Soal Lembur: Kerja Overtime Juga Disebut Tak Dibayar

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Sejumlah karyawan Indomaret di Jakarta Selatan mengungkapkan keluhan terkait kebijakan lembur yang dianggap tidak adil. Para pekerja menilai bahwa jam kerja tambahan atau overtime tidak dibayar sesuai ketentuan ketenagakerjaan, bahkan ada yang menyebutkan bahwa mereka dipaksa untuk tetap hadir meski tidak ada tugas resmi.

Keluhan ini muncul setelah serangkaian protes yang dipimpin oleh serikat pekerja lokal. Menurut saksi, manajemen Indomaret menetapkan target penjualan yang tinggi, sehingga karyawan harus bekerja melebihi jam kerja standar tanpa adanya kompensasi yang jelas. Beberapa karyawan melaporkan bahwa mereka harus menandatangani lembar kerja lembur yang kemudian tidak diikutsertakan dalam slip gaji.

Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh karyawan:

  • Jam kerja lembur tidak tercantum dalam slip gaji.
  • Tidak ada pembayaran tambahan atau penggantian hari libur untuk overtime.
  • Penetapan target penjualan yang menuntut kerja ekstra tanpa kompensasi.
  • Tekanan untuk menandatangani dokumen lembur yang tidak diproses.

Serikat pekerja menuntut agar Indomaret segera menyesuaikan kebijakan lembur sesuai Undang‑Undang Ketenagakerjaan, termasuk pemberian upah lembur 1,5 kali tarif normal serta hak cuti pengganti. Pihak manajemen belum memberikan pernyataan resmi, namun diharapkan akan melakukan dialog dengan perwakilan karyawan dalam waktu dekat.

Kasus ini menambah daftar perselisihan ketenagakerjaan di sektor ritel, dimana praktik lembur tanpa bayaran masih kerap menjadi sorotan. Para pengamat menilai bahwa transparansi dalam pencatatan jam kerja dan kepatuhan terhadap regulasi dapat mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan.