Pasutri Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Diduga Tipu Calon Pengantin Lewat Promo
Pasutri Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Diduga Tipu Calon Pengantin Lewat Promo

Pasutri Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Diduga Tipu Calon Pengantin Lewat Promo

LintasWarganet.com – 01 Juni 2026 | Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur mengungkap modus operandi pasangan suami istri yang mengelola sebuah wedding organizer (WO) di kawasan Jakarta Timur. Menurut keterangan penyidik, keduanya diduga menipu calon pengantin dengan menawarkan paket promosi yang tidak pernah terealisasi.

Berikut rangkaian modus yang terungkap:

  • Calon pengantin menghubungi WO melalui media sosial atau telepon dan ditawari paket “promo spesial” dengan harga lebih murah dibandingkan paket standar.
  • Setelah pembayaran DP dilakukan, pihak WO menjanjikan layanan lengkap mulai dari dekorasi, katering, hingga dokumentasi.
  • Beberapa minggu menjelang acara, WO mulai mengurangi atau menolak melaksanakan sebagian layanan yang telah dijanjikan.
  • Ketika diminta klarifikasi, pasangan pemilik WO mengabaikan kontak atau memberikan alasan teknis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Korban yang berhasil diidentifikasi melaporkan kerugian finansial serta kebingungan menjelang hari pernikahan. Beberapa di antaranya mengaku kehilangan hingga ratusan ribu rupiah untuk paket yang tidak pernah terealisasi.

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pasangan tersebut dan menyita sejumlah bukti digital, termasuk percakapan WhatsApp, bukti transfer, dan materi promosi yang dipublikasikan secara online. Penyidik juga menelusuri jaringan pemasaran yang melibatkan akun media sosial palsu untuk menambah kepercayaan calon pelanggan.

Dalam pernyataannya, Satreskrim menekankan pentingnya verifikasi legalitas wedding organizer sebelum melakukan transaksi. Masyarakat disarankan untuk meminta dokumen resmi, mengecek testimoni dari klien terdahulu, serta memastikan adanya kontrak tertulis yang memuat detail layanan dan mekanisme pengembalian dana.

Kasus ini menambah daftar panjang praktik penipuan di sektor layanan pernikahan, yang semakin marak menjelang musim pernikahan. Pihak berwajib mengingatkan agar calon pengantin tidak tergoda oleh tawaran promo yang terlalu menggiurkan tanpa melakukan pengecekan menyeluruh.