Kemenkes: "functional longevity" bukti pergeseran persepsi penuaan
Kemenkes: "functional longevity" bukti pergeseran persepsi penuaan

Kemenkes: “functional longevity” bukti pergeseran persepsi penuaan

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa konsep “functional longevity” menjadi indikator penting dalam menandai perubahan cara masyarakat memandang proses penuaan. Alih-alih melihat usia lanjut sebagai fase penurunan kemampuan, pendekatan ini menekankan pentingnya mempertahankan fungsi fisik, mental, dan sosial seiring bertambahnya usia.

  • Fokus pada pencegahan dini melalui program imunisasi, skrining, dan edukasi gizi.
  • Peningkatan akses layanan rehabilitasi dan program kebugaran khusus lansia.
  • Penerapan kebijakan yang mendukung lingkungan ramah usia, seperti fasilitas publik yang mudah diakses.

Implementasi kebijakan berbasis “functional longevity” diharapkan dapat menurunkan beban sistem kesehatan nasional, sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia. Pemerintah berencana memperluas program gerakan fisik, pelatihan keterampilan digital, dan interaksi sosial bagi warga senior.

Para pakar menilai bahwa perubahan persepsi ini membutuhkan sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan lembaga sosial. Dengan menumbuhkan budaya hidup sehat sejak usia muda, generasi mendatang dapat menikmati masa tua yang lebih mandiri dan produktif.