BKK Pangkalpinang Perketat Pemeriksaan Kesehatan Nakhoda dan ABK untuk Cegah Virus Ebola
BKK Pangkalpinang Perketat Pemeriksaan Kesehatan Nakhoda dan ABK untuk Cegah Virus Ebola

BKK Pangkalpinang Perketat Pemeriksaan Kesehatan Nakhoda dan ABK untuk Cegah Virus Ebola

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, memperketat prosedur pemeriksaan kesehatan bagi nakhoda serta awak kapal (ABK) yang memasuki wilayah perairan Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi penyebaran virus Ebola, meskipun kasus di Indonesia belum tercatat. BKK mengacu pada pedoman WHO dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan tidak ada penularan melalui pelayaran internasional.

  • Setiap nakhoda dan ABK wajib mengisi formulir kesehatan elektronik minimal 24 jam sebelum keberangkatan.
  • Pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan fisik, serta pengambilan sampel darah dilakukan di pelabuhan masuk.
  • Jika terdapat gejala demam tinggi, muntah, atau diare, individu tersebut akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk tes lanjutan.
  • Dokumen hasil pemeriksaan disimpan dalam sistem digital BKK dan dapat diakses oleh otoritas pelabuhan serta otoritas kesehatan.

Selain pemeriksaan rutin, BKK Pangkalpinang juga menyelenggarakan pelatihan singkat bagi nakhoda dan ABK tentang tanda‑tanda klinis Ebola, prosedur karantina, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Pelatihan ini melibatkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan setempat.

Koordinasi lintas sektoral juga diperkuat. BKK bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memastikan respons cepat apabila ada indikasi kasus terinfeksi.

Sejumlah kapal asing yang berlabuh di Pelabuhan Pangkalpinang pada minggu ini telah melewati prosedur tersebut tanpa menemukan indikasi positif. Pihak berwenang menegaskan bahwa langkah pencegahan ini tidak hanya melindungi kesehatan awak kapal, tetapi juga masyarakat lokal di sekitar pelabuhan.

Ke depan, BKK berencana memperluas pemantauan ke kapal kargo dan penumpang wisata, serta meningkatkan kapasitas laboratorium untuk tes cepat virus Ebola jika diperlukan.