Ebola: AS, Kanada, dan Meksiko Terapkan Aturan Perjalanan Ketat Menjelang Piala Dunia 2026
Ebola: AS, Kanada, dan Meksiko Terapkan Aturan Perjalanan Ketat Menjelang Piala Dunia 2026

Ebola: AS, Kanada, dan Meksiko Terapkan Aturan Perjalanan Ketat Menjelang Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mengumumkan serangkaian langkah kesehatan publik yang terkoordinasi untuk menanggulangi risiko penyebaran virus Ebola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Kebijakan baru ini ditujukan bagi pelaku perjalanan yang berasal atau transit melalui wilayah Afrika yang dianggap berisiko tinggi.

Ketiga negara menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi epidemiologis di kawasan terdampak.

Berikut adalah poin-poin utama yang diterapkan oleh masing‑masing negara:

  • Uji Kesehatan Pra‑Kedatangan: Semua penumpang harus menyerahkan hasil tes PCR negatif untuk Ebola yang dilakukan maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.
  • Vaksinasi: Vaksin Ebola yang telah disetujui WHO wajib diberikan paling tidak 14 hari sebelum perjalanan bagi warga negara yang berasal dari zona risiko.
  • Karantina: Penumpang yang tidak dapat menyediakan bukti tes atau vaksinasi akan dikenai karantina mandiri selama 21 hari di fasilitas yang ditunjuk.
  • Monitoring Lanjutan: Selama masa tinggal, pelaku perjalanan wajib mengisi formulir kesehatan harian secara elektronik dan melaporkan gejala apa pun secara langsung kepada otoritas kesehatan setempat.

Ringkasan persyaratan masuk masing‑masing negara ditampilkan dalam tabel di bawah ini:

Negara Persyaratan Masuk Prosedur Kesehatan
Amerika Serikat Tes PCR negatif 72 jam, vaksinasi Ebola Karantina 21 hari bila tidak memenuhi syarat; pelaporan harian melalui aplikasi CDC
Kanada Tes PCR negatif 48 jam, vaksinasi Ebola Karantina di hotel pemerintah bila tidak lolos tes; monitoring melalui portal Kesehatan Kanada
Meksiko Tes PCR negatif 72 jam, sertifikat vaksinasi Karantina di fasilitas kesehatan publik; laporan gejala melalui sistem SISVE

Penerapan aturan ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyebaran Ebola sekaligus memastikan bahwa acara olahraga terbesar dunia berlangsung dengan aman. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan menghalangi partisipasi tim atau penonton, melainkan hanya menambah lapisan perlindungan bagi semua pihak.