Harga Umrah dan Haji Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Ini Strategi Pihak Travel!
Harga Umrah dan Haji Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Ini Strategi Pihak Travel!

Harga Umrah dan Haji Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Ini Strategi Pihak Travel!

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Kenaikan tajam harga paket umrah dan haji akhir-akhir ini dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu operasional maskapai, harga bahan bakar, serta biaya keamanan. Harga tiket pesawat pulang‑pergi yang sebelumnya berkisar Rp 12‑15 juta kini melonjak hingga Rp 18‑22 juta, sementara tarif akomodasi dan layanan logistik turut naik 10‑15 persen.

Para travel agent menghadapi tantangan mempertahankan volume jamaah tanpa mengorbankan kualitas layanan. Marco Travel, salah satu pemain utama, mengadopsi serangkaian strategi untuk menyeimbangkan kenaikan biaya dan kebutuhan jamaah.

  • Paket bundling: menggabungkan tiket, akomodasi, dan layanan visa dalam satu paket dengan harga tetap, sehingga jamaah tidak perlu menghitung biaya terpisah.
  • Pembayaran bertahap: menawarkan skema DP rendah dan cicilan bulanan tanpa bunga selama 6‑12 bulan, mempermudah jamaah mengatur keuangan.
  • Diskon early‑booking: memberikan potongan hingga 5‑7 persen bagi yang melakukan reservasi minimal tiga bulan sebelum keberangkatan.
  • Kerjasama eksklusif dengan maskapai: menegosiasikan kuota khusus dengan maskapai yang tetap operasional meski ada pembatasan wilayah, sehingga tarif tetap kompetitif.
  • Layanan tambahan digital: menyediakan aplikasi mobile untuk monitoring dokumen, jadwal ibadah, serta konsultasi online 24 jam.

Strategi ini terbukti menahan penurunan penjualan; pada kuartal pertama tahun ini, Marco Travel mencatat peningkatan pemesanan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun harga rata‑rata paket naik 12 persen.

Penting bagi calon jamaah untuk membandingkan penawaran, memperhatikan kebijakan pembatalan, dan memastikan travel agent memiliki izin resmi serta asuransi perjalanan yang memadai.