Idul Adha 2026: Tanggal Penting, Libur Nasional, dan Panduan Lengkap Takbiran serta Ibadah Kurban
Idul Adha 2026: Tanggal Penting, Libur Nasional, dan Panduan Lengkap Takbiran serta Ibadah Kurban

Idul Adha 2026: Tanggal Penting, Libur Nasional, dan Panduan Lengkap Takbiran serta Ibadah Kurban

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Hari Raya Idul Adha 2026 semakin dekat, dan umat Islam di seluruh Indonesia tengah menyiapkan diri untuk merayakan hari suci yang sekaligus menandai puncak ibadah haji. Pemerintah telah menetapkan tanggal pasti Idul Adha, hari tasyrik, serta jadwal libur nasional yang akan mengiringi perayaan. Berikut rangkuman lengkap yang mencakup semua aspek penting, mulai dari kalender Hijriah, libur kerja, takbiran, larangan puasa, hingga tata cara kurban.

Tanggal Idul Adha dan Hari Tasyrik 2026

Menurut hasil sidang isbat dan Keputusan Menteri Agama bersama tiga menteri lain, Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tiga hari setelahnya dikenal sebagai hari tasyrik, yaitu 28, 29, dan 30 Mei 2026, yang bersamaan dengan tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah 1447 H. Pada hari tasyrik umat Islam dilarang berpuasa, namun diperbolehkan melaksanakan segala ibadah lain, termasuk memperbanyak shalat, membaca Al‑Qur’an, dan mengolah daging kurban.

Libur Nasional dan Sisa Cuti Hingga Akhir Tahun

Jadwal hari libur resmi menunjukkan bahwa masyarakat akan menikmati cuti selama dua hari berturut‑turut setelah Idul Adha, yaitu pada 28 Mei (hari Kamis) dan 29 Mei (hari Jumat). Kedua hari tersebut kemudian menyatu dengan akhir pekan, sehingga total libur menjadi empat hari berturut‑turut. Pemerintah juga menambahkan cuti tambahan pada awal Juni 2026 untuk memperpanjang libur panjang, yang memberi kesempatan keluarga untuk berkumpul, berwisata, atau melaksanakan ibadah tambahan.

Takbiran Idul Adha: Waktu dan Bacaan Arab‑Latin

Takbiran merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Adha. Ada dua tipe takbir: takbir mutlak yang dapat dilafalkan kapan saja, dan takbir muqayyad yang waktunya terikat dengan sholat. Menurut riwayat klasik, takbir muqayyad dimulai sejak sholat Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir pada sholat Ashar hari terakhir tasyrik (13 Dzulhijjah). Dengan demikian, takbiran Idul Adha 2026 akan selesai pada Sabtu, 30 Mei 2026 setelah sholat Ashar.

Berikut tiga versi bacaan takbir yang umum dipakai:

  • Versi Abdullah bin Mas‘ud
  • Versi Ibnu Abbas
  • Versi Salman al‑Khair

Larangan Puasa pada Hari Tasyrik

Hadis riwayat Bukhari nomor 1859 menyatakan bahwa berpuasa pada hari tasyrik tidak diperbolehkan, kecuali bagi yang tidak memperoleh hewan kurban. Hadis lain dari An‑Nasa‘i nomor 2954 menegaskan bahwa hari Arafah, Idul Adha, dan tasyrik merupakan hari raya yang diperuntukkan untuk makan dan minum, bukan puasa. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk menikmati hidangan kurban, berbagi dengan keluarga, dan memperbanyak sedekah pada tiga hari tersebut.

Hukum Memotong Kuku bagi Pekurban

Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan larangan memotong kuku dan rambut sejak masuknya sepuluh hari pertama Dzulhijjah bagi yang berniat berkurban. Mayoritas ulama mazhab Syafi’i mengkategorikan larangan ini sebagai sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), sedangkan mazhab Hanbali menilai larangan tersebut wajib. Praktisnya, bila seseorang berniat melakukan kurban setelah 1 Dzulhijjah, ia sebaiknya menahan memotong kuku hingga proses penyembelihan selesai. Setelah hewan kurban disembelih pada hari Idul Adha, pekurban boleh kembali memotong kuku atau rambut.

Doa dan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Doa kurban dimulai dengan bacaan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar” diikuti dengan doa panjang yang mengandung pujian, pengakuan keesaan Allah, serta permohonan keberkahan. Tata cara penyembelihan yang sah meliputi lima langkah utama:

  1. Menggunakan pisau tajam yang bersih.
  2. Mengarahkan hewan menghadap kiblat.
  3. Membaca doa penyembelihan sebelum memotong leher.
  4. Memotong leher dengan satu gerakan cepat, memastikan aliran darah keluar secara maksimal.
  5. Memastikan hewan benar‑benar mati sebelum menguliti atau mengolah daging.

Keseluruhan proses harus dilakukan dengan niat ikhlas, menghindari penderitaan hewan, serta mengikuti anjuran Nabi ﷺ.

Dengan rangkaian informasi di atas, umat Muslim dapat mempersiapkan Idul Adha 2026 secara matang—dari penentuan tanggal, perencanaan libur, pelaksanaan takbiran, hingga pelaksanaan kurban yang sesuai syariah. Semoga perayaan ini membawa keberkahan, persaudaraan, dan peningkatan keimanan bagi seluruh lapisan masyarakat.