Gempa M5,1 Jember Guncang Pulau Jawa hingga Bali, Dirasakan di Bengkulu
Gempa M5,1 Jember Guncang Pulau Jawa hingga Bali, Dirasakan di Bengkulu

Gempa M5,1 Jember Guncang Pulau Jawa hingga Bali, Dirasakan di Bengkulu

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Pada Selasa, 26 Mei 2026, gempa bumi dengan magnitudo awal 5,1 mengguncang wilayah laut tenggara Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pusat gempa terletak pada koordinat 9,07° LS dan 113,82° BT, kira-kira 99 km arah tenggara Jember, pada kedalaman 14 km. BMK​G memperbarui magnitudo menjadi 4,8 setelah analisis lanjutan.

Gempa ini tergolong dangkal dan dihasilkan oleh pergerakan geser (strike‑slip) pada lempeng tektonik. Meskipun energi yang dilepaskan cukup signifikan, hasil pemodelan menunjukkan tidak ada potensi tsunami. Hingga 15.55 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock).

Intensitas dan Daerah yang Merasakan Guncangan

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, intensitas gempa tercatat sebagai berikut:

  • Intensitas IV MMI di Jember dan Banyuwangi.
  • Intensitas III‑IV MMI di Bondowoso, Malang, serta kawasan Kuta dan Kuta Selatan, Bali.
  • Intensitas III MMI di Denpasar, Bali.
  • Intensitas II‑III MMI di Blitar, Trenggalek, dan wilayah pesisir selatan Jawa.
  • Intensitas II MMI dilaporkan di beberapa wilayah lain, termasuk provinsi Bengkulu, yang mencatat getaran seakan truk melintas.

Warga di daerah‑daerah tersebut melaporkan sensasi getaran kuat di dalam rumah, suara gemuruh, serta pergerakan perabotan ringan. Di Bali, getaran terasa di kawasan Kuta, Kuta Selatan, dan Denpasar, sementara di Jawa Timur, Malang dan sekitarnya juga merasakan getaran yang cukup jelas.

Respons BMKG dan Pemerintah

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menegaskan bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami. Ia menambahkan bahwa tim BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan siap memberikan peringatan dini jika diperlukan.

Pemerintah daerah setempat menginstruksikan aparat penanggulangan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan, meskipun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa.

Gempa ini menjadi contoh bagaimana gempa dangkal di laut dapat dirasakan hingga ratusan kilometer, menyoroti pentingnya sistem pemantauan seismik yang andal serta kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa.

Dengan tidak adanya potensi tsunami dan belum terdeteksinya aftershock, diharapkan situasi akan tetap stabil, namun warga disarankan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi.