Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Atas Laporan Enam Santriwati Jadi Korban Pelecehan Seksual
Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Atas Laporan Enam Santriwati Jadi Korban Pelecehan Seksual

Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Atas Laporan Enam Santriwati Jadi Korban Pelecehan Seksual

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Polisi Kota Pekalongan mengumumkan penangkapan pimpinan sebuah pesantren setelah menerima laporan dari enam santriwati yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh kiai yang memimpin pesantren tersebut. Penangkapan dilakukan pada hari Senin, setelah tim penyidik menyimpulkan bahwa laporan tersebut memiliki bukti pendukung yang cukup untuk melanjutkan proses hukum.

Berikut rangkaian langkah yang diambil oleh aparat:

  • Pengumpulan bukti fisik dan digital, termasuk rekaman percakapan dan foto-foto yang relevan.
  • Wawancara mendalam dengan keenam santriwati serta saksi-saksi lain di lingkungan pesantren.
  • Pemeriksaan latar belakang kiai dan pimpinan pesantren terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.
  • Penyusunan berkas perkara dan penyerahan kepada Kejaksaan untuk proses penuntutan.

Pihak pesantren mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan penyesalan atas kejadian yang menimpa para santriwati dan menegaskan komitmen untuk memperbaiki sistem pengawasan internal. Namun, pernyataan tersebut belum menjelaskan secara rinci tindakan apa yang akan diambil terhadap kiai yang dituduh.

Organisasi masyarakat sipil dan kelompok hak perempuan di Pekalongan menanggapi kasus ini dengan keprihatinan mendalam. Mereka menyerukan transparansi penuh dalam proses hukum serta perlindungan khusus bagi korban dan saksi agar tidak mengalami tekanan lebih lanjut.

Kasus ini menambah deretan laporan pelecehan seksual di lingkungan pesantren yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah setempat berjanji akan memperkuat regulasi pengawasan pesantren serta meningkatkan pelatihan bagi tenaga pendidik dalam menangani isu kekerasan seksual.