AS Kirim Drone Mata-mata ke Kawasan Perang, Sanggup Terbang 60 Jam Tanpa Mendarat
AS Kirim Drone Mata-mata ke Kawasan Perang, Sanggup Terbang 60 Jam Tanpa Mendarat

AS Kirim Drone Mata-mata ke Kawasan Perang, Sanggup Terbang 60 Jam Tanpa Mendarat

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah mengumumkan rencana pengiriman versi terbaru pesawat nirawak berjenis Unmanned Long-endurance Tactical Reconnaissance Aircraft (ULTRA) ke kawasan Timur Tengah untuk menjalani serangkaian evaluasi operasional. Drone ini dirancang khusus untuk misi pengintaian jarak jauh dengan kemampuan terbang terus‑menerus hingga enam puluh jam tanpa henti, sehingga dapat mengawasi wilayah konflik secara berkelanjutan.

Beberapa fitur utama ULTRA meliputi:

  • Waktu terbang maksimum 60 jam berkat sistem bahan bakar efisien dan aerodinamika canggih.
  • Sensor optik dan inframerah beresolusi tinggi untuk pengumpulan citra dalam kondisi siang dan malam.
  • Kemampuan komunikasi data real‑time melalui satelit, memungkinkan kontrol dan analisis data dari jarak jauh.
  • Desain stealth yang meminimalkan jejak radar, meningkatkan kelangsungan hidup di zona pertahanan musuh.

Drone ini diharapkan menjadi aset strategis dalam operasi pemantauan di wilayah konflik Timur Tengah, di mana kebutuhan akan intelijen visual yang terus menerus sangat tinggi. Selain itu, kemampuan bertahan lama tanpa harus kembali ke pangkalan dapat mengurangi frekuensi pengisian ulang dan menurunkan risiko kehilangan aset selama proses penggantian bahan bakar.

Pihak Pentagon menegaskan bahwa pengiriman ULTRA akan melalui proses evaluasi menyeluruh, termasuk uji coba integrasi dengan sistem pertahanan udara setempat dan penyesuaian taktis sesuai dengan kebutuhan operasional aliansi. Jika berhasil, drone ini berpotensi menjadi model standar bagi platform nirawak masa depan yang mengedepankan endurance tinggi dan kemampuan pengintaian multi‑sensor.