Rupiah Melemah Seiring Prediksi Suku Bunga Tinggi AS Bertahan Lebih Lama
Rupiah Melemah Seiring Prediksi Suku Bunga Tinggi AS Bertahan Lebih Lama

Rupiah Melemah Seiring Prediksi Suku Bunga Tinggi AS Bertahan Lebih Lama

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Rupiah Indonesia mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diperkirakan.

Faktor utama pelemahan

Pasar valuta asing menilai bahwa inflasi di AS masih berada di atas target jangka panjang Fed, yakni 2 persen. Karena tekanan inflasi belum mereda, Fed diprediksi akan menahan suku bunga pada level tinggi untuk menurunkan permintaan dan menstabilkan harga.

Dampak terhadap Rupiah

  • Nilai tukar USD/IDR bergerak naik, mencatat level tertinggi sekitar 15.500 per dolar pada sesi perdagangan terakhir.
  • Aliran modal asing kembali mengalir ke aset berbunga tinggi di Amerika, mengurangi permintaan terhadap mata uang emerging market termasuk Rupiah.
  • Sentimen investor domestik menjadi lebih berhati-hati, memicu penjualan saham dan obligasi pemerintah.

Reaksi otoritas dan kebijakan

Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau pergerakan nilai tukar dan menyiapkan instrumen moneter untuk menstabilkan pasar bila diperlukan. Namun, BI menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan cadangan devisa yang mencukupi.

Prospek ke depan

Jika Fed memang mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir tahun 2024, tekanan pada Rupiah kemungkinan akan terus berlanjut. Investor disarankan untuk memperhatikan kebijakan moneter global serta data inflasi domestik yang dapat memengaruhi keputusan BI.