Skandal Judi Online Miliaran, Upaya Pemerintah, dan Harapan Warga Batam: Dari Rumah Mewah ke Pelayanan Pajak
Skandal Judi Online Miliaran, Upaya Pemerintah, dan Harapan Warga Batam: Dari Rumah Mewah ke Pelayanan Pajak

Skandal Judi Online Miliaran, Upaya Pemerintah, dan Harapan Warga Batam: Dari Rumah Mewah ke Pelayanan Pajak

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Batam kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian peristiwa penting menguak sisi gelap sekaligus upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Pada 25 Mei 2026, Polresta Barelang menggempur sebuah rumah mewah di kawasan Sukajadi, yang ternyata menjadi markas pengendali situs judi online dengan omzet hingga Rp10 miliar per bulan. Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 190 tenaga kerja migran (PMI) lewat Batam, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam meluncurkan program kemudahan pembayaran pajak melalui jaringan perbankan dan e‑commerce. Di tengah dinamika ini, empat jemaah haji asal Batam juga dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.

Rumah Mewah Jadi Pusat Judi Online Beromzet Miliaran

Polisi mengamankan tiga tersangka – seorang pria (HR, 43 tahun) dan dua perempuan (HL, 35 tahun; ET, 40 tahun) – beserta uang tunai lebih dari Rp1 miliar serta perangkat operasional judi online. Rumah yang terletak di Perumahan Taman Golf Residence, Blok J No. 19, ternyata menjadi pusat kendali jaringan internasional yang berafiliasi dengan perusahaan induk di Filipina. HR mengelola website dan sistem pembayaran, sementara HL dan ET menangani keuangan, memindahkan dana melalui dashboard payment gateway ke rekening penampung serta mengirimkan bagian keuntungan ke perusahaan induk dan pekerja di Kamboja.

Menurut Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, praktik ini telah berjalan selama dua tahun sebelum terungkap. “Kami menerima laporan masyarakat, lalu tim Satreskrim melakukan penyelidikan pada 21 Mei 2026 dan menemukan tiga situs judi yang aktif,” ungkapnya. Penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan bagi jaringan kriminal serupa di wilayah perbatasan Indonesia.

Fasilitas Pemulangan PMI melalui Batam

KJRI Johor Bahru menyoroti keberhasilan pemulangan 190 warga Indonesia dari Malaysia lewat Batam pada bulan Mei 2026. Dari total tersebut, 131 laki‑laki dan 51 perempuan, termasuk 4 lansia dan 4 anak‑anak, berhasil kembali ke tanah air. Proses pemulangan terbagi dalam dua tahap: 150 orang berangkat dari Pelabuhan Pasir Gudang pada 22 Mei, dan 40 orang dari Pelabuhan Stulang Laut pada 25 Mei. Sebagian besar menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena kehilangan dokumen resmi.

  • Asal provinsi: Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Aceh, Bengkulu
  • Tempat penahanan sebelumnya: DTI Kemayan (68 orang), DTI Pekan Nenas (92 orang), DTI Lenggeng (30 orang)
  • Fasilitas pendampingan khusus bagi anak‑anak dan lansia selama proses pemulangan

Pejabat KJRI menekankan pentingnya prosedur resmi bagi calon PMI guna menghindari risiko hukum dan deportasi.

Bapenda Batam Mudahkan Pembayaran Pajak

Untuk meningkatkan kepatuhan pajak, Bapenda Batam memperkenalkan Sarana Informasi Bus Interaksi Pajak (Si Bijak) yang memungkinkan wajib pajak membayar melalui berbagai kanal:

  • Bank: Bank Riau Kepri, Bank BTN, Bank BRI, Bank Mandiri
  • Ritel modern: Alfamart, Indomaret
  • Platform digital: Tokopedia, Traveloka, Blibli, Bukalapak, OVO, GoPay, LinkAja, QRIS

Wajib pajak dapat memeriksa tagihan di epbb.batam.go.id dan mengakses E‑SPPT di esppt.batam.go.id. Pada awal tahun 2025, Bapenda memberikan relaksasi pajak PBB‑P2 sebesar 10% bagi pembayaran antara 4 Februari–31 Maret, serta diskon 5% untuk periode 1 April–30 Juni. Target penerimaan pajak daerah ditetapkan Rp1,7 triliun, dengan sektor PBJT diharapkan menyumbang Rp721 miliar.

Tragedi Jemaah Haji dari Batam

Tak hanya isu kriminal dan ekonomi, Batam juga merasakan duka atas meninggalnya empat jemaah haji saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Tiga di antaranya berasal dari Provinsi Riau dan satu dari Jambi, semuanya karena faktor usia dan penyakit. Kepala Kantor Kemenhaj Kepri, Muhammad Syafii, menyatakan bahwa secara umum kondisi jemaah tetap baik, dengan tujuh orang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Mekah.

Kloter pertama jemaah Batam dijadwalkan tiba di Bandara Hang Nadim pada 1 Juni 2026, menandakan kesiapan logistik bagi ribuan jemaah lain yang berasal dari Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Berbagai peristiwa ini mencerminkan dinamika Batam yang kompleks: di satu sisi, kota terus mengoptimalkan layanan publik dan fiskal, sementara di sisi lain, tantangan kejahatan siber dan tragedi manusia tetap menjadi perhatian utama. Upaya kepolisian, diplomasi konsuler, serta inovasi birokrasi diharapkan dapat memperkuat keamanan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat Batam ke depan.