Badan Geologi: Waspadai potensi bahaya susulan erupsi Gunung Semeru
Badan Geologi: Waspadai potensi bahaya susulan erupsi Gunung Semeru

Badan Geologi: Waspadai potensi bahaya susulan erupsi Gunung Semeru

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau warga di sekitar Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan setelah erupsi terakhir yang terjadi pada November 2023. Meskipun aktivitas utama gunung telah mereda, kondisi geologi tetap dinamis dan dapat menimbulkan ancaman baru bagi penduduk dan infrastruktur.

Beberapa jenis bahaya yang mungkin muncul antara lain:

  • Aliran lava yang masih dapat mengalir menuruni lereng dan menghancurkan lahan pertanian.
  • Aliran piroklastik yang dapat menimbulkan gelombang panas dan material padat berkecepatan tinggi.
  • Lahar (banjir lahar) yang terbentuk dari campuran abu, batuan, dan air, berpotensi melanda daerah sungai dan lembah.
  • Abu vulkanik serta gas beracun (seperti sulfur dioksida) yang dapat mengganggu pernapasan dan mengurangi visibilitas.
  • Banjir bandang yang dipicu oleh curah hujan intensif menyusul material vulkanik.

Untuk meminimalisir risiko, Badan Geologi menyarankan langkah‑langkah berikut:

  • Tetap mengikuti informasi resmi melalui posko Badan Geologi atau media lokal.
  • Hindari daerah aliran lava, jalur aliran piroklastik, serta zona rawan lahar yang telah ditetapkan.
  • Jika tinggal di daerah sungai, periksa elevasi rumah dan siapkan jalur evakuasi yang lebih tinggi.
  • Siapkan perlengkapan darurat (masker, lampu senter, makanan tahan lama, air bersih) dalam jumlah cukup.
  • Matikan atau tutup ventilasi rumah bila terjadi penurunan kualitas udara akibat abu atau gas.
  • Segera laporkan tanda‑tanda aktivitas tidak wajar (gempa, suara ledakan, asap tebal) kepada otoritas setempat.

Badan Geologi terus memantau aktivitas gunung dengan jaringan seismik, kamera pemantau, serta sensor gas. Data real‑time tersebut diolah untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya bahaya susulan dan mengeluarkan peringatan dini bila diperlukan.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, tidak menyepelekan peringatan, dan selalu siap melakukan evakuasi bila situasi memburuk. Keselamatan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika alam yang tidak dapat diprediksi.