Suhu Padang Arafah Mencapai 47°C, Jemaah Haji Waspada Heatstroke
Suhu Padang Arafah Mencapai 47°C, Jemaah Haji Waspada Heatstroke

Suhu Padang Arafah Mencapai 47°C, Jemaah Haji Waspada Heatstroke

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Ratusan ribu jemaah haji Indonesia yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah menghadapi suhu yang mencapai 47°C, suhu tertinggi yang pernah tercatat pada masa wukuf. Kondisi panas ekstrem ini meningkatkan risiko heatstroke atau sengatan panas yang dapat mengancam kesehatan bahkan jiwa.

Pihak kepolisian haji dan otoritas Kementerian Agama telah mengeluarkan himbauan kepada para jamaah untuk memperhatikan tanda‑tanda kelelahan akibat panas, seperti pusing, mual, kulit pucat, atau keringat berlebih. Tim medis di kamp telah menyiapkan posko pertolongan pertama dan ruang perawatan khusus untuk penanganan kasus heatstroke.

Berikut langkah-langkah yang disarankan untuk mengurangi risiko heatstroke selama berada di Padang Arafah:

  • Minum air putih secara teratur, minimal 250 ml setiap 30 menit, dan hindari minuman berkafein atau beralkohol.
  • Beristirahat di area teduh atau tenda yang disediakan, terutama pada jam 10.00–16.00 ketika suhu paling tinggi.
  • Mengenakan pakaian berwarna terang, longgar, dan berbahan breathable.
  • Gunakan topi, kacamata pelindung, dan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih.
  • Jika muncul gejala pusing, mual, atau kelelahan berat, segera cari bantuan medis dan berikan cairan elektrolit.

Petugas juga menambah pasokan air bersih, es batu, dan kantong pendingin di sekitar Masjid al‑Haram serta menyiapkan transportasi darurat untuk memindahkan jamaah yang membutuhkan perawatan intensif.

Temperatur 47°C ini melampaui suhu rata‑rata Padang Arafah selama wukuf pada tahun‑tahun sebelumnya, yang biasanya berkisar antara 38°C–42°C. Ahli klimatologi memperingatkan bahwa peningkatan suhu dapat menjadi tren yang berkelanjutan akibat perubahan iklim, sehingga persiapan yang lebih matang diperlukan pada musim haji mendatang.

Para jemaah diharapkan tetap melaksanakan ibadah wukuf dengan penuh kesabaran, sambil memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Dengan koordinasi antara otoritas, tim medis, dan jamaah sendiri, diharapkan risiko heatstroke dapat diminimalisir dan pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar.