Simak! Hasil UTBK 2026, Tender Go Private SUPR, Hukum Makan Sebelum Sholat Idul Adha, dan Klarifikasi Hoaks Prabowo‑Gibran
Simak! Hasil UTBK 2026, Tender Go Private SUPR, Hukum Makan Sebelum Sholat Idul Adha, dan Klarifikasi Hoaks Prabowo‑Gibran

Simak! Hasil UTBK 2026, Tender Go Private SUPR, Hukum Makan Sebelum Sholat Idul Adha, dan Klarifikasi Hoaks Prabowo‑Gibran

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Pada hari Senin, 25 Mei 2026, sejumlah peristiwa penting sekaligus menimbulkan pertanyaan publik berhasil terungkap. Mulai dari hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK‑SNBT), penawaran tender sukarela PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), hingga diskusi fikih tentang makan sebelum sholat Idul Adha, serta klarifikasi hoaks politik yang beredar di media sosial. Simak rangkaian berita lengkapnya berikut ini.

Hasil UTBK‑SNBT 2026: 256.369 Peserta Lolos

Seluruh peserta UTBK‑SNBT tahun ini berjumlah 871.496 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 256.369 peserta berhasil lolos dan dapat melanjutkan proses seleksi ke perguruan tinggi. Jumlah peserta yang memperoleh beasiswa KIP Kuliah mencapai 86.118 orang, menandakan dukungan signifikan bagi mahasiswa berprestasi yang membutuhkan bantuan finansial.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menyatakan, “Terjadi peningkatan animo dari anak‑anak kita untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru.” Pernyataan ini menegaskan tren positif minat generasi muda dalam menempuh pendidikan tinggi.

Untuk memeriksa hasil secara mandiri, peserta dapat menggunakan dua cara utama:

  • Masuk ke portal resmi SNBT dan masukkan nomor peserta serta password yang terdaftar.
  • Mengunduh aplikasi seluler yang telah disediakan oleh Badan Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMPP).

Pengumuman resmi dipublikasikan pada pukul 15.00 WIB, dan data dapat diakses hingga batas waktu yang ditentukan oleh penyelenggara.

Protelindo Tawarkan Tender Sukarela SUPR

PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) mengumumkan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) untuk saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dengan harga Rp 45.000 per saham. Penawaran ini mencakup maksimal 980.044 lembar saham, setara dengan 0,09 % dari total saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh.

Langkah ini diambil setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 20 Mei 2026 menyetujui rencana go‑private dan delisting saham SUPR. Dengan penyerapannya, Protelindo berupaya memperkuat struktur kepemilikan serta menyiapkan strategi ekspansi di sektor telekomunikasi.

Investor publik diharapkan memperhatikan jadwal tender, prosedur pengajuan, serta batas akhir penawaran yang akan diumumkan lebih lanjut oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apakah Boleh Makan Sebelum Sholat Idul Adha?

Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Islam bertanya apakah diperbolehkan makan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Menurut mayoritas ulama, makan sebelum sholat Idul Adha tidak dilarang asalkan tidak mengganggu konsentrasi ibadah dan tidak meniru kebiasaan Idul Fitri yang memang mengharuskan puasa sebelum sholat subuh.

Dalil yang sering dikutip antara lain hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa “Sesungguhnya sholat Idul Adha tidak memerlukan puasa sebelumnya, melainkan cukup bersih hati dan menunaikan ibadah qurban.” Selain itu, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa makan dan minum sebelum sholat Idul Adha diperbolehkan, namun dianjurkan untuk melakukannya secara sederhana dan tidak berlebihan.

Praktik yang disarankan meliputi:

  1. Makan sahur ringan atau makanan ringan sebelum sholat, terutama bagi yang melakukan aktivitas fisik berat pada hari raya.
  2. Menghindari makanan yang mengandung najis atau haram.
  3. Menjaga kebersihan diri dan pakaian sebelum melaksanakan sholat berjemaah.

Penting untuk diingat bahwa tujuan utama Idul Adha adalah melaksanakan ibadah qurban dan meneladani kepatuhan Nabi Ibrahim AS, sehingga fokus utama tetap pada pelaksanaan ritual keagamaan.

Hoaks Alat Dapur Prabowo‑Gibran Dibatalkan

Beberapa hari belakangan, gambar yang memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah membagikan peralatan dapur kepada masyarakat beredar luas di media sosial. Klaim tersebut ternyata merupakan hoaks.

Tim verifikasi menggunakan alat analisis berbasis AI, seperti Sight Engine dan TruthScan, menemukan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99 % merupakan hasil rekayasa AI. Tidak ada bukti resmi atau pernyataan dari pihak terkait yang mengonfirmasi kegiatan tersebut.

Hoaks semacam ini biasanya dibuat untuk meningkatkan interaksi atau engagement pada platform digital. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keaslian konten sebelum menyebarkannya, terutama ketika melibatkan tokoh publik.

Dengan menelusuri fakta secara kritis, publik dapat terhindar dari penyebaran informasi yang menyesatkan dan menjaga integritas ruang digital.

Berita-berita di atas mencerminkan dinamika pendidikan, bisnis, keagamaan, dan informasi publik pada akhir Mei 2026. Memahami tiap aspek secara menyeluruh membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih tepat dan terinformasi.