BMKG: Waspada gelombang tinggi 4 meter di perairan Sumut hingga 28 Mei
BMKG: Waspada gelombang tinggi 4 meter di perairan Sumut hingga 28 Mei

BMKG: Waspada gelombang tinggi 4 meter di perairan Sumut hingga 28 Mei

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi laut yang berpotensi berbahaya di perairan Sumatera Utara. Berdasarkan analisis model gelombang dan data satelit, diproyeksikan gelombang dapat mencapai ketinggian hingga 4 meter pada rentang waktu 20 hingga 28 Mei 2026.

Faktor utama yang memicu peningkatan gelombang adalah sistem tekanan rendah yang bergerak dari barat laut, bersamaan dengan angin kencang berkecepatan 30‑40 knot. Kombinasi tersebut memperkuat energi laut, khususnya di wilayah pesisir Pulau Nias, Tapanuli Utara, dan Danau Toba yang terhubung dengan jalur sungai.

Berikut adalah ringkasan perkiraan kondisi gelombang selama periode peringatan:

Tanggal Ketinggian Gelombang (meter) Kondisi Angin
20‑22 Mei 3,0‑3,5 Angin barat laut, 30‑35 knot
23‑25 Mei 3,5‑4,0 Angin barat laut kuat, 35‑40 knot
26‑28 Mei 3,2‑3,8 Angin barat laut berkurang, 30‑35 knot

Peringatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, nelayan, operator kapal, serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan aktivitas maritim. BMKG menekankan bahwa gelombang tinggi dapat menimbulkan risiko kecelakaan, kerusakan kapal, dan bahaya bagi pelayaran serta kegiatan wisata bahari.

Rekomendasi utama yang diberikan antara lain:

  • Nelayan disarankan menunda atau menyesuaikan jadwal tangkap hingga kondisi laut stabil.
  • Pemilik kapal harus melakukan inspeksi rutin pada peralatan keselamatan, termasuk jaket pelampung dan peralatan penyelamatan.
  • Pengunjung pantai dan wisatawan bahari diminta menghindari area yang teridentifikasi berisiko tinggi, terutama pada puncak gelombang.
  • Pihak otoritas pelabuhan dan perhubungan laut diharapkan meningkatkan pemantauan dan menyediakan informasi real‑time kepada publik.
  • Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi nomor darurat laut 191 atau pusat koordinasi BMKG setempat.

BMKG akan terus memperbarui prakiraan dan menginformasikan perubahan kondisi melalui siaran radio, televisi, serta platform digital resmi. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti informasi terbaru demi menjaga keselamatan pribadi dan lingkungan laut.