IHSG Diprediksi Rebound, Pandu Sjahrir Tegaskan Investor Hanya Butuh Kepastian BUMN Ekspor
IHSG Diprediksi Rebound, Pandu Sjahrir Tegaskan Investor Hanya Butuh Kepastian BUMN Ekspor

IHSG Diprediksi Rebound, Pandu Sjahrir Tegaskan Investor Hanya Butuh Kepastian BUMN Ekspor

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali menguat setelah para pelaku pasar menunggu kepastian terkait skema ekspor yang melibatkan perusahaan milik negara (BUMN). Pandu Sjahrir, Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, mengungkapkan bahwa ketidakpastian regulasi dan kebijakan ekspor BUMN menjadi penghambat utama bagi pergerakan bullish di pasar modal.

Beberapa faktor yang memperkuat dugaan rebound IHSG antara lain:

  • Stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang menurunkan beban biaya impor.
  • Kenaikan harga komoditas global, khususnya batu bara dan kelapa sawit, yang menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
  • Pengumuman kebijakan fiskal yang mendukung stimulus ekonomi pasca‑pandemi.

Namun, Sjahrir memperingatkan bahwa tanpa kepastian kebijakan, sentimen pasar dapat berbalik menjadi negatif kembali. “Kami melihat adanya penurunan volume perdagangan pada minggu-minggu terakhir, yang biasanya menandakan keraguan investor,” tambahnya.

Secara historis, IHSG pernah mengalami rebound cepat setelah pemerintah mengumumkan paket dukungan ekspor. Pada tahun 2022, setelah peluncuran skema insentif BUMN, indeks mencatat kenaikan sekitar 8% dalam tiga bulan pertama.

Para analis menyarankan investor untuk memperhatikan indikator berikut sebagai tanda awal pemulihan:

  1. Pengumuman resmi terkait tarif atau kuota ekspor BUMN.
  2. Peningkatan permintaan institusi asing terhadap saham sektoral yang terkait dengan ekspor, seperti energi dan agribisnis.
  3. Pergerakan positif pada indeks sektor terkait di bursa.

Dengan kombinasi faktor fundamental yang mendukung serta potensi kebijakan ekspor yang lebih jelas, banyak pihak optimis bahwa IHSG akan kembali menembus level 7.200 dalam jangka pendek hingga menengah.