Kemen PU Percepat Pemulihan Irigasi Sawah Terdampak Banjir di Tanah Datar
Kemen PU Percepat Pemulihan Irigasi Sawah Terdampak Banjir di Tanah Datar

Kemen PU Percepat Pemulihan Irigasi Sawah Terdampak Banjir di Tanah Datar

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan langkah percepatan pemulihan jaringan irigasi persawahan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang rusak akibat banjir akhir pekan lalu. Banjir tersebut menenggelamkan sejumlah lahan pertanian dan mengakibatkan kerusakan pada saluran-saluran utama yang mengalirkan air ke sawah.

Dalam rangka mengembalikan fungsi irigasi secepat mungkin, Kemen PU menargetkan perbaikan pada 15 unit saluran irigasi yang paling terdampak. Tim teknis telah melakukan survei lapangan, mengidentifikasi titik-titik kritis, serta menyusun rencana kerja yang mencakup tahapan berikut:

  • Penilaian kerusakan secara detail dan penyusunan anggaran perbaikan.
  • Pengadaan bahan baku dan peralatan yang diperlukan.
  • Pelaksanaan perbaikan struktural, termasuk penggantian pipa, perbaikan bendungan kecil, dan pembersihan sedimen.
  • Pengujian kembali aliran air untuk memastikan saluran berfungsi optimal.
  • Monitoring pasca‑perbaikan selama tiga bulan pertama untuk menghindari kegagalan kembali.

Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp 12,5 miliar, dengan dana berasal dari anggaran khusus penanggulangan bencana serta program rehabilitasi infrastruktur pertanian. Kementerian menargetkan semua pekerjaan selesai dalam tiga bulan, sehingga para petani dapat melanjutkan musim tanam berikutnya tanpa kendala pasokan air.

Pejabat Kemen PU menekankan pentingnya pemulihan irigasi bagi ketahanan pangan daerah. “Irigasi yang berfungsi dengan baik adalah tulang punggung produksi padi di Tanah Datar. Kami berkomitmen menyelesaikan perbaikan secepatnya agar petani tidak kehilangan pendapatan,” ujar juru bicara kementerian.

Selain pemulihan fisik, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat untuk memberikan bantuan teknis kepada petani, termasuk pelatihan manajemen air dan distribusi bibit unggul. Diharapkan, kombinasi infrastruktur yang pulih dan dukungan agronomi dapat meminimalkan dampak ekonomi jangka panjang akibat banjir.