Barantin Tinjau Pelaksanaan Karantina Hewan terhadap 275 Ekor Sapi
Barantin Tinjau Pelaksanaan Karantina Hewan terhadap 275 Ekor Sapi

Barantin Tinjau Pelaksanaan Karantina Hewan terhadap 275 Ekor Sapi

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi karantina hewan yang menampung 275 ekor sapi. Kunjungan ini bertujuan memantau pelaksanaan prosedur karantina, memastikan kepatuhan terhadap standar biosekuriti, serta menilai kesiapan fasilitas dalam mencegah penyebaran penyakit ternak.

Lokasi karantina berada di sebuah peternakan yang dipilih karena memenuhi kriteria isolasi, ventilasi, dan kebersihan. Selama kunjungan, Abdul Kadir meninjau area penampungan, ruang pemeliharaan, serta fasilitas sanitasi yang telah disiapkan. Ia menekankan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin, termasuk pemeriksaan suhu tubuh, tes laboratorium, dan pencatatan riwayat kesehatan setiap ekor sapi.

Berikut beberapa langkah utama yang diterapkan dalam tindakan karantina ini:

  • Identifikasi dan pemisahan hewan yang berpotensi terinfeksi sejak kedatangan.
  • Penerapan protokol kebersihan bagi petugas, termasuk penggunaan pakaian pelindung dan sanitasi tangan.
  • Pengawasan ketat oleh tim veteriner Barantin selama periode karantina, yang biasanya berlangsung 21 hari.
  • Pengujian laboratorium secara berkala untuk mendeteksi virus atau bakteri berbahaya.
  • Pencatatan detail semua tindakan dan hasil pengujian dalam sistem digital Barantin.

Abdul Kadir menyatakan bahwa tindakan karantina ini merupakan upaya preventif yang krusial untuk melindungi sektor peternakan nasional dari ancaman penyakit menular seperti foot-and-mouth disease (FMD) dan penyakit mulut dan kuku. Ia menambahkan bahwa koordinasi antara Barantin, Dinas Peternakan, serta pemilik peternakan sangat penting untuk menjamin keberhasilan proses karantina.

Selama inspeksi, tim Barantin melaporkan bahwa fasilitas karantina telah memenuhi standar yang ditetapkan, meskipun terdapat beberapa rekomendasi perbaikan terkait peningkatan sistem ventilasi dan penambahan alat pemantau suhu otomatis. Rekomendasi ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini dan mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan hewan, mendukung keberlangsungan produksi ternak, serta melindungi ketahanan pangan negara.