Kisah Kontroversi Restoran Pagi Sore dan Prakiraan Cuaca Jakarta yang Bikin Warga Was-was
Kisah Kontroversi Restoran Pagi Sore dan Prakiraan Cuaca Jakarta yang Bikin Warga Was-was

Kisah Kontroversi Restoran Pagi Sore dan Prakiraan Cuaca Jakarta yang Bikin Warga Was-was

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Jakarta, 21 Mei 2026 – Pada sore hari ini, warga ibu kota tidak hanya menantikan ramalan cuaca yang berpotensi berawan, melainkan juga mengikuti perkembangan sengketa publik yang melibatkan restoran Padang ternama, Pagi Sore. Restoran yang sejak 2000-an menjadi ikon kuliner Sumatera Barat ini kembali menjadi sorotan setelah seorang wisatawan Malaysia menuduhnya menuduh kelompok turisnya melakukan “dining and dashing”.

Sejarah Singkat Pagi Sore dan Pemiliknya

Pagi Sore didirikan oleh pasangan suami istri, H. Lismar dan H. Sabirin, yang keduanya berasal dari Bukittinggi, Sumatra Barat. Bisnis kuliner mereka dimulai dengan menyewa sebuah tempat kecil di Jalan Sudirman, Palembang, Sumatra Selatan. Keberhasilan rasa otentik masakan Padang membuat usaha ini berkembang pesat, membuka cabang-cabang baru di Palembang, serta menembus pasar Jakarta pada tahun 2006 melalui cabang di Rawamangun yang dikelola oleh anak H. Sabirin, Hj. Armaidy, bersama Abdul Satam.

Sejak itu, jaringan Pagi Sore meluas ke wilayah lain termasuk Bangka, Kayu Agung, Jambi, Sungai Lilin, dan bahkan menancapkan sayapnya ke luar negeri dengan membuka cabang di Singapura. Dengan reputasi yang kuat, nama Pagi Sore sering dijadikan rujukan bagi pecinta masakan Padang yang menginginkan cita rasa autentik.

Kontroversi dengan Wisatawan Malaysia

Pada 13 Mei 2026, grup wisatawan Malaysia yang terdiri dari enam orang mengunjungi cabang Pagi Sore di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Mereka memesan sembilan hidangan, mengambil foto, dan membayar total tagihan sebesar Rp907.500 (sekitar RM204) menggunakan kartu bank. Namun, tak lama setelahnya, pihak restoran memposting tuduhan di media sosial bahwa kelompok tersebut belum membayar, memicu viralitas dan boikot oleh netizen.

Kelompok wisatawan, dipimpin oleh Norain Mohd Yunus, menanggapi dengan mengirimkan bukti pembayaran berupa tangkapan layar dan struk fisik kepada manajemen restoran. Pihak Pagi Sore kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi, mengakui kesalahan komunikasi dan menegaskan bahwa tidak ada niat menuduh secara publik. Meskipun permintaan maaf diterima, wisatawan tersebut menyatakan tidak akan kembali ke jaringan restoran tersebut dan mengingatkan para pelancong untuk selalu menyimpan bukti pembayaran.

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan perkiraan cuaca untuk wilayah Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026. Pada pagi hari, sebagian besar wilayah diprediksi berawan, dengan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan mengalami hujan ringan. Suhu rata-rata berkisar antara 26‑32°C, kelembapan 72‑83%, dan kecepatan angin 0,1‑7 km/jam.

Masuk siang, kondisi beralih menjadi cerah berawan di sebagian besar daerah, kecuali Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang tetap cerah, sementara Jakarta Selatan masih hujan ringan. Suhu naik menjadi 28‑32°C dengan kelembapan 72‑80% serta kecepatan angin 6,9‑14 km/jam.

Menjelang sore, awan kembali menyelimuti sebagian wilayah, kecuali Kepulauan Seribu yang tetap cerah berawan. Suhu diperkirakan 28‑29°C, kelembapan 72‑80%, dan angin 3,9‑11,2 km/jam. Pada malam hari, mayoritas Jakarta berawan, namun Jakarta Pusat, Barat, dan Selatan mengalami cuaca cerah. Suhu menurun menjadi 26‑29°C, kelembapan meningkat menjadi 81‑91%, dan angin berkurang menjadi 2,3‑14,7 km/jam.

Prakiraan ini berlanjut hingga dini hari Jumat, 22 Mei, dengan cuaca berawan, suhu 25‑28°C, kelembapan 79‑94%, dan angin 3,3‑16,5 km/jam. Warga disarankan untuk menyesuaikan aktivitas luar ruangan, terutama di daerah yang diprediksi hujan ringan.

Dampak Kombinasi Isu Kuliner dan Cuaca

Kombinasi antara kontroversi restoran yang melibatkan wisatawan asing dan kondisi cuaca yang berubah-ubah berpotensi memengaruhi pola kunjungan konsumen. Restoran yang biasanya ramai pada sore hingga malam hari harus mempertimbangkan faktor hujan ringan di wilayah Jakarta Selatan dan Timur, serta suhu yang cukup tinggi di siang hari.

Di sisi lain, para pelancong yang berencana menjelajahi kuliner lokal perlu memperhatikan ramalan cuaca agar tidak terjebak dalam hujan mendadak. Kesadaran akan pentingnya menyimpan bukti pembayaran menjadi pelajaran penting dari insiden Pagi Sore, terutama ketika bertransaksi di luar negeri.

Dengan penanganan yang tepat, restoran dapat memulihkan citra publiknya, sementara masyarakat dapat menikmati hidangan khas Padang dengan aman dan nyaman, terlepas dari perubahan cuaca yang diprediksi BMKG.