Dasco Optimistis Investor Global Tetap Nyaman Berinvestasi di BEI Meski Rupiah Melempem
Dasco Optimistis Investor Global Tetap Nyaman Berinvestasi di BEI Meski Rupiah Melempem

Dasco Optimistis Investor Global Tetap Nyaman Berinvestasi di BEI Meski Rupiah Melempem

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sufmi Dasco, menyatakan keyakinannya bahwa para investor internasional tetap akan merasa nyaman berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun nilai tukar rupiah mengalami penurunan signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan menarik.

Penurunan nilai rupiah akhir-2023 hingga pertengahan 2024 dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kenaikan suku bunga global dan volatilitas pasar komoditas. Meskipun demikian, arus masuk modal asing ke pasar ekuitas Indonesia tidak menunjukkan penurunan drastis, bahkan tercatat stabil pada level yang cukup baik.

Faktor-faktor yang Menopang Kepercayaan Investor

  • Regulasi yang lebih fleksibel: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan serangkaian revisi peraturan yang mempercepat proses penawaran saham baru dan mempermudah listing perusahaan asing.
  • Digitalisasi pasar: Platform perdagangan elektronik terbaru meningkatkan transparansi harga dan likuiditas, sehingga memudahkan investor asing dalam melakukan transaksi.
  • Fokus pada ESG: Inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) semakin mendapat perhatian, membuka peluang investasi pada sektor-sektor berkelanjutan.

Data Pergerakan Rupiah terhadap Dolar (Juli 2023 – Februari 2024)

Bulan Kurs Rupiah/USD
Juli 2023 15.200
September 2023 15.450
November 2023 15.700
Januari 2024 15.950
Februari 2024 16.100

Meski nilai tukar menunjukkan pelemahan, BEI tetap menarik karena likuiditas yang tinggi, valuasi yang kompetitif, dan prospek pertumbuhan sektor-sektor domestik yang kuat.

Dasco menegaskan bahwa pemerintah bersama OJK akan terus memperkuat kerangka regulasi, memperluas akses pasar bagi investor institusional, dan memperkuat mekanisme perlindungan investor. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan aliran investasi asing yang stabil meski menghadapi tantangan nilai tukar.