Keluarga Korban Tolak Pembunuhan Kacab Bank Disebut Tak Terencana
Keluarga Korban Tolak Pembunuhan Kacab Bank Disebut Tak Terencana

Keluarga Korban Tolak Pembunuhan Kacab Bank Disebut Tak Terencana

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | ANTARA – Pada Senin (18/5), Oditur Militer Mayor Chk Wasinton Marpaung menyampaikan bahwa tiga anggota TNI Angkatan Darat yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) bank tidak memiliki motif yang terencana. Namun, pernyataan tersebut menuai penolakan keras dari keluarga korban yang menilai penjelasan tersebut tidak mencerminkan realitas kejadian.

Keluarga korban, yang terdiri atas istri dan dua orang anak, menegaskan bahwa tindakan pembunuhan tersebut merupakan tindakan yang sangat terarah dan disertai dengan persiapan sebelumnya. Mereka menuduh pihak militer berusaha meredam dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kejahatan yang merugikan masyarakat.

Di sisi lain, keluarga korban mengingat kembali kronologi kejadian. Pada malam 12 Mei 2024, Kacab bank yang bernama Budi Santoso ditemukan tewas di kediamannya dengan luka tembak di kepala. Barang bukti berupa senjata api dan sejumlah uang tunai ditemukan di lokasi. Keluarga menyatakan bahwa korban memiliki catatan konflik dengan beberapa pihak, termasuk pejabat lokal, namun menolak anggapan bahwa pembunuhan tersebut terjadi secara spontan.

Selain menolak label “tidak berencana”, keluarga korban juga menuntut adanya penyelidikan independen yang melibatkan pihak kepolisian sipil untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam proses hukum militer. Mereka menambahkan, “Kami menginginkan keadilan yang objektif, bukan narasi yang dibungkus sebagai fakta semata.”

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan anggota TNI yang biasanya tidak terlibat dalam kasus kriminal sipil. Beberapa pengamat hukum menilai bahwa proses pengadilan militer harus dijalankan dengan standar bukti yang sama ketatnya dengan pengadilan sipil, mengingat dampak sosial yang luas.

Hingga kini, ketiga terdakwa masih berada dalam tahanan militer sementara proses persidangan dijadwalkan pada akhir bulan ini. Keluarga korban berharap hasil persidangan dapat memberikan keadilan yang mereka dambakan dan menutup luka yang masih terbuka.