Mahasiswi Asal Nunukan Disekap dan Dirudapaksa di Makassar Usai Loker Babysitter Palsu di Facebook
Mahasiswi Asal Nunukan Disekap dan Dirudapaksa di Makassar Usai Loker Babysitter Palsu di Facebook

Mahasiswi Asal Nunukan Disekap dan Dirudapaksa di Makassar Usai Loker Babysitter Palsu di Facebook

LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Seorang mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi korban kejahatan seksual setelah menanggapi lowongan kerja (loker) babysitter yang diposting di Facebook. Loker tersebut ternyata palsu dan berujung pada penyekapan serta pemerkosaan di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sampai di lokasi, korban justru dijebak oleh pelaku. Ia dipaksa masuk ke dalam rumah, kemudian disekap dan diperlakukan secara paksa. Selama beberapa hari, korban mengalami pemerkosaan berulang kali. Akhirnya, pada tanggal 25 April 2024, korban berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian setempat.

Polisi setempat segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi serta menangkap pelaku utama di Surabaya, Jawa Timur, pada awal Mei 2024. Penangkapan ini dilakukan berkat kerja sama antara kepolisian Makassar, Surabaya, serta unit cybercrime yang menelusuri jejak digital pelaku melalui akun Facebook palsu.

Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh pihak kepolisian untuk menghindari jebakan serupa:

  • Selalu verifikasi identitas pemberi kerja secara langsung melalui telepon atau pertemuan tatap muka di tempat umum sebelum menerima tawaran kerja.
  • Jangan memberikan data pribadi atau foto yang bersifat sensitif kepada pihak yang belum dikenal.
  • Jika tawaran kerja terasa terlalu menggiurkan atau mencurigakan, laporkan ke platform media sosial serta ke pihak berwenang.
  • Gunakan fitur keamanan pada aplikasi media sosial, seperti verifikasi dua langkah dan laporan akun palsu.
  • Simpan bukti percakapan (screenshot) dan segera hubungi polisi jika ada ancaman atau tindakan kekerasan.

Kejadian ini menambah daftar kasus kejahatan siber dan seksual yang mengaitkan platform media sosial dengan penyalahgunaan. Pihak berwenang mengingatkan masyarakat, terutama pelajar dan pekerja muda, untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi lowongan kerja online dan selalu mengutamakan keselamatan pribadi.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi platform media sosial untuk meningkatkan mekanisme verifikasi dan pencegahan penipuan kerja, sehingga potensi penyalahgunaan tidak lagi mengancam keamanan warganya.