IWFP, di Jalan Panjang Bernama Damai
IWFP, di Jalan Panjang Bernama Damai

IWFP, di Jalan Panjang Bernama Damai

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Panas terik menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pertengahan Mei, ketika ribuan warga berkumpul menyaksikan aksi damai yang diprakarsai oleh Ikatan Wanita Futbol Profesional (IWFP). Meskipun lalu lintas padat, para peserta dan penonton tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang hari.

Acara ini bertujuan mempromosikan nilai-nilai sportivitas, persatuan, dan perdamaian melalui sepak bola wanita. Selama lebih dari tiga jam, serangkaian pertandingan persahabatan, lokakarya, serta pameran seni jalanan digelar di sepanjang jalan utama tersebut.

  • Lokasi utama: Jalan Ahmad Yani, titik pertemuan di alun-alun depan Balai Kota Surabaya.
  • Waktu: 12.00 – 16.00 WIB, 15‑16 Mei 2024.
  • Peserta: Tim wanita dari lima klub regional, serta relawan komunitas.
  • Pengunjung: Diperkirakan lebih dari 2.000 orang, termasuk pejabat daerah dan tokoh olahraga.

Ketua IWFP, Siti Nurhaliza, menyampaikan, “Melalui olahraga, terutama sepak bola, kami ingin menunjukkan bahwa jalan menuju damai dapat ditempuh bersama, tanpa memandang perbedaan. Jalan Ahmad Yani menjadi simbol panjangnya perjuangan kami, namun damai tetap menjadi tujuan utama.”

Pihak kepolisian setempat mengatur lalu lintas dengan menutup sebagian jalur utama dan menyediakan jalur alternatif bagi kendaraan pribadi. Meskipun demikian, arus kendaraan tetap padat, sehingga para penyelenggara meminta warga untuk menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.

Selain pertandingan, acara ini juga menampilkan stan edukasi tentang kesehatan, hak perempuan dalam olahraga, serta bazaar produk lokal. Semua kegiatan diorganisir secara sukarela, menegaskan komitmen IWFP untuk memberdayakan komunitas melalui kolaborasi lintas sektor.

Reaksi masyarakat tampak positif; banyak yang mengunggah foto dan video di media sosial dengan hashtag #IWFPDamai, menandakan dukungan luas terhadap gerakan ini. Pengamat olahraga menilai bahwa inisiatif serupa dapat menjadi model bagi kota lain dalam mengintegrasikan olahraga dengan agenda perdamaian.

Dengan berakhirnya acara pada sore hari, panitia menegaskan komitmen untuk mengadakan kembali event serupa di masa depan, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak daerah dan menumbuhkan budaya damai melalui olahraga.