Sumatera Selatan Siapkan Sinkronisasi Tata Ruang untuk Tol Pelabuhan Tanjung Carat
Sumatera Selatan Siapkan Sinkronisasi Tata Ruang untuk Tol Pelabuhan Tanjung Carat

Sumatera Selatan Siapkan Sinkronisasi Tata Ruang untuk Tol Pelabuhan Tanjung Carat

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan jalan tol yang menghubungkan wilayah interior dengan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin. Upaya utama yang tengah dilakukan adalah sinkronisasi tata ruang guna memastikan semua perizinan dan penataan lahan berjalan selaras.

Proyek tol ini direncanakan memiliki panjang sekitar 25 kilometer dan akan melintasi beberapa kecamatan penting di Banyuasin. Dengan adanya jalur tol, akses ke pelabuhan strategis ini diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan dapat meningkatkan volume logistik serta investasi di sektor maritim.

Berikut langkah‑langkah yang diambil pemerintah provinsi dalam proses sinkronisasi tata ruang:

  • Pengkajian ulang rencana tata ruang wilayah (RTRW) di area proyek untuk menyesuaikan dengan jalur tol yang direncanakan.
  • Koordinasi intensif antara Dinas Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menyelaraskan kebijakan.
  • Dialog publik dengan masyarakat setempat guna mengidentifikasi potensi konflik lahan dan mencari solusi yang berkeadilan.
  • Penyiapan dokumen lingkungan hidup (AMDAL) yang terintegrasi dengan rencana tata ruang.
  • Penyusunan jadwal implementasi yang memuat tahapan perizinan, konstruksi, dan serah terima.

Manfaat yang diharapkan meliputi:

  • Peningkatan kapasitas angkut barang hingga 30% dibandingkan rute darat konvensional.
  • Reduksi waktu tempuh antara pusat kota Palembang dan Pelabuhan Tanjung Carat dari lebih dari tiga jam menjadi kurang dari satu jam.
  • Peningkatan investasi di sektor industri, agribisnis, dan pariwisata di Kabupaten Banyuasin.

Dengan sinkronisasi tata ruang yang sedang dijalankan, proyek tol diharapkan dapat memasuki fase konstruksi pada kuartal pertama tahun depan, dengan target penyelesaian akhir 2028. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan perencanaan ruang dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.