Keracunan Massal MBG Surabaya: Dapur Diduga Memaksa Porsi Melebihi Batas
Keracunan Massal MBG Surabaya: Dapur Diduga Memaksa Porsi Melebihi Batas

Keracunan Massal MBG Surabaya: Dapur Diduga Memaksa Porsi Melebihi Batas

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Surabaya diguncang kasus keracunan massal yang melibatkan makanan dari warung MBG (Mie Bawang Goreng) pada akhir pekan lalu. Lebih dari 70 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi hidangan yang disajikan pada pukul 12.00–14.00 di salah satu cabang yang berlokasi di kawasan pusat kota.

Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, diare, dan kram perut. Sebagian korban juga melaporkan pusing serta demam ringan. Sebagian besar pasien dirawat di RSUD Dr. Soetomo dan RSUD dr. Soetomo Surabaya, sementara yang lainnya hanya dipantau di puskesmas setempat.

Pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan Surabaya dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), segera melakukan investigasi. Tim inspeksi menemukan bahwa dapur MBG tersebut menyajikan porsi makanan yang secara signifikan melebihi batas yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan bahan tambahan berlebih serta prosedur penyimpanan yang tidak sesuai standar kebersihan.

  • 12:30 – Konsumen pertama melaporkan gejala ke layanan darurat.
  • 14:00 – Dinas Kesehatan membuka posko darurat di lokasi kejadian.
  • 16:45 – Tim inspeksi BPOM tiba dan mulai memeriksa dapur.
  • 19:00 – Pengelola warung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut ini ringkasan data korban yang tercatat hingga saat ini:

Kategori Jumlah
Pasien dirawat 45
Pasien observasi 22
Warga yang pulang dengan perawatan mandiri 8

Pihak kepolisian Surabaya juga membuka penyelidikan terkait dugaan pelanggaran peraturan makanan dan minuman. Jika terbukti, pemilik usaha dapat dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.

Kasus ini menambah daftar insiden keracunan makanan di Indonesia yang menimbulkan keresahan publik. Para ahli menekankan pentingnya kontrol kualitas bahan baku, pelatihan kebersihan bagi staf dapur, serta pengawasan rutin oleh instansi terkait untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.