Akuisisi Saham Perusahaan Asal Perancis di Weda Bay, Rosan: Danantara Bisa Jadi Strong Local Partner
Akuisisi Saham Perusahaan Asal Perancis di Weda Bay, Rosan: Danantara Bisa Jadi Strong Local Partner

Akuisisi Saham Perusahaan Asal Perancis di Weda Bay, Rosan: Danantara Bisa Jadi Strong Local Partner

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | PT Danantara Indonesia, anak perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, saat ini sedang melakukan pembicaraan intensif untuk mengakuisisi sebagian saham di proyek Weda Bay Nickel milik perusahaan asal Prancis, Rosan.

Proyek Weda Bay terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara, dan diproyeksikan akan menghasilkan hingga 30 juta ton nikel sulfida selama masa operasionalnya. Pemerintah Indonesia menargetkan produksi nikel yang dapat mendukung rantai nilai hilirisasi, terutama untuk baterai kendaraan listrik.

Alasan Strategis Akuisisi

  • Memperkuat posisi Danantara sebagai pemain kunci di sektor nikel nasional.
  • Mendukung agenda hilirisasi mineral yang dicanangkan pemerintah.
  • Menambah kapasitas produksi nikel dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
  • Memungkinkan transfer teknologi dan pengetahuan dari perusahaan Prancis yang memiliki pengalaman global.

Potensi Struktur Kepemilikan

Entitas Persentase Saham
Rosan (Perancis) 55%
PT Danantara Indonesia 30%
Investor lain 15%

Jika akuisisi berhasil, Danantara akan berperan sebagai mitra lokal yang kuat, membantu mengelola operasi sehari‑hari, memfasilitasi perizinan, serta mengoptimalkan hubungan dengan pemerintah daerah. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pelabuhan, jalan, dan fasilitas energi terbarukan.

Para analis menilai bahwa nilai investasi yang dibutuhkan untuk mengakuisisi saham tersebut berada pada kisaran US$ 500‑600 juta, tergantung pada penilaian aset dan persyaratan regulasi. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), telah menegaskan pentingnya melibatkan mitra lokal dalam proyek‑proyek strategis, terutama yang terkait dengan mineral kritis.

Meski terdapat peluang besar, proses akuisisi masih menghadapi tantangan, termasuk persetujuan regulator, penyesuaian nilai tukar, dan kebutuhan untuk memastikan standar lingkungan serta sosial terpenuhi. Danantara menyatakan komitmennya untuk melaksanakan audit lingkungan menyeluruh dan program CSR yang berkelanjutan.

Dengan keberhasilan akuisisi ini, diharapkan produksi nikel Indonesia akan meningkat secara signifikan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat dan memperkuat posisi negara dalam pasar baterai global.