Brigadir Jenderal Polisi Jadi Sorotan: Dari Operasi Lalu Lintas hingga Kasus Judi Online dan Tambang Emas Ilegal
Brigadir Jenderal Polisi Jadi Sorotan: Dari Operasi Lalu Lintas hingga Kasus Judi Online dan Tambang Emas Ilegal

Brigadir Jenderal Polisi Jadi Sorotan: Dari Operasi Lalu Lintas hingga Kasus Judi Online dan Tambang Emas Ilegal

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Beberapa Brigadir Jenderal Polri kembali menjadi fokus publik karena peran mereka dalam operasi keamanan, penindakan kejahatan siber, dan penyelidikan ekonomi gelap. Nama-nama seperti Brigjen Wibowo, Brigjen Wira Satya Triputra, dan Brigjen Ade Safri Simanjuntak muncul dalam rangkaian tindakan yang menegaskan komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap ketertiban, keamanan siber, dan pemberantasan kejahatan ekonomi.

Operasi Zebra Lodaya 2024: Brigjen Wibowo Pimpin Penegakan Lalu Lintas

Pada 14 Oktober 2024, Polda Jawa Barat meluncurkan Operasi Zebra Lodaya 2024 yang menargetkan perbaikan disiplin berlalu lintas di wilayahnya. Operasi yang dijalankan selama 14 hari melibatkan 1.967 personel, termasuk satuan tugas khusus Polda (520 orang) dan Satgas Polres (1.447 orang). Brigadir Jenderal Wibowo, Wakil Kepala Polda Jawa Barat, memimpin rapat koordinasi awal dan menegaskan tujuan utama operasi: menurunkan angka kecelakaan, meningkatkan kepatuhan pengendara, serta mendukung kelancaran pelantikan presiden terpilih 2024.

Selama fase awal, tim menegakkan aturan kecepatan, pemeriksaan kendaraan, serta kampanye edukasi bagi masyarakat. Penekanan pada “kamseltibcar” (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran) menjadi slogan yang terus ditekankan dalam setiap pos pemeriksaan.

Penindakan Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Brigjen Wira Satya Triputra Ungkap Peran 320 WNA

Di Jakarta Barat, jaringan judi daring internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk kembali menjadi target aksi tegas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan dukungannya terhadap Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang melaksanakan pengamanan. Di balik operasi tersebut, Brigadir Jenderal Polisi Wira Satya Triputra, Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, menyampaikan temuan awal bahwa 320 warga negara asing (WNA) terlibat dalam berbagai peran, mulai dari telemarketing, layanan pelanggan, hingga administrasi penyimpanan data.

Triputra menekankan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada angka tersebut. “Kami akan terus melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini,” ujarnya pada 10 Mei 2026. Pada 9 Mei, Polri menangkap 321 tersangka, dan 320 di antaranya adalah WNA yang kini ditahan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Penindakan ini diharapkan dapat memberi efek jera bagi pelaku serta mengurangi dampak negatif judi online terhadap masyarakat rentan.

Kasus Tambang Emas Ilegal di Jawa Timur: Brigjen Ade Safri Simanjuntak Ungkap Keterlibatan Anak Bos

Di Sidoarjo, Jawa Timur, Bareskrim Polri mengungkap jaringan tambang emas ilegal yang melibatkan sejumlah tokoh bisnis. Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, menyatakan dua tersangka baru, Denny dan Vhalenthio, merupakan anak dari sosok yang sebelumnya diduga menjadi otak utama jaringan tersebut. Kedua tersangka diduga terlibat dalam rantai pasok emas ilegal, mulai dari penampungan, pengolahan, hingga penjualan kembali.

Safri menambahkan bahwa penyidikan juga menyoroti dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Metode “follow the money” digunakan untuk melacak aliran dana yang diduga berasal dari penjualan emas tanpa izin. Meskipun tokoh senior, SB alias A, telah meninggal pada April 2026 sehingga proses hukum terhadapnya gugur, tim penyidik tetap melanjutkan penyelidikan untuk menjerat pihak lain yang mungkin menikmati keuntungan dari aktivitas tersebut.

Kesimpulan

Berbagai aksi yang dipimpin atau diungkapkan oleh Brigadir Jenderal Polri menunjukkan peran strategis kepolisian dalam menjaga keamanan publik, menanggulangi kejahatan siber, serta memberantas jaringan ekonomi gelap. Dari operasi lalu lintas di Jawa Barat hingga penindakan judi daring internasional di Jakarta dan penyelidikan tambang emas ilegal di Jawa Timur, ketiga figur tersebut menegaskan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum tradisional, melainkan juga pada tantangan modern yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi negara.