KemenLH Luncurkan Kampanye Kelana Perkuat Restorasi Mangrove
KemenLH Luncurkan Kampanye Kelana Perkuat Restorasi Mangrove

KemenLH Luncurkan Kampanye Kelana Perkuat Restorasi Mangrove

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup resmi memperkenalkan kampanye bertajuk “Kenali Lingkungan Bareng Kelana” yang berfokus pada penguatan restorasi mangrove di seluruh Indonesia. Acara peluncuran yang berlangsung di kantor pusat KemenLH ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mengatasi degradasi ekosistem pesisir serta meningkatkan ketahanan iklim.

Kampanye Kelana dirancang sebagai inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, LSM, akademisi, dan masyarakat umum. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya mangrove sebagai penahan gelombang, penyerap karbon, serta habitat bagi beragam biota laut.

Berikut poin-poin utama yang menjadi fokus kampanye:

  • Pemetaan dan Penilaian: Menggunakan citra satelit dan survei lapangan untuk mengidentifikasi area mangrove yang mengalami kerusakan kritis.
  • Penanaman Kembali: Menargetkan penanaman 2 juta bibit mangrove dalam tiga tahun ke depan, dengan melibatkan sukarelawan lokal.
  • Pendidikan dan Sosialisasi: Menyelenggarakan modul edukasi di sekolah serta pelatihan bagi petani pesisir tentang teknik restorasi mangrove yang ramah lingkungan.
  • Monitoring Berkelanjutan: Mengimplementasikan sistem pemantauan berbasis aplikasi seluler untuk melacak pertumbuhan dan kesehatan mangrove.

Direktur Utama KemenLH, Dr. Budi Santoso, menyatakan, “Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi juga penyerap karbon alami yang dapat mengurangi emisi negara. Melalui kampanye Kelana, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menumbuhkan kembali hutan bakau yang terancam punah.”

Selain itu, KemenLH juga mengumumkan alokasi dana sebesar Rp 850 miliar selama periode 2024-2026 untuk mendukung kegiatan restorasi, penelitian, serta pemberdayaan komunitas pesisir. Dana tersebut akan disalurkan melalui mekanisme hibah kepada lembaga non‑pemerintah yang memiliki program restorasi mangrove teruji.

Untuk mengoptimalkan partisipasi publik, KemenLH meluncurkan aplikasi seluler bernama “Kelana” yang memungkinkan pengguna melaporkan lokasi mangrove yang memerlukan perhatian, serta mengikuti program penanaman bibit secara virtual. Pengguna yang aktif akan mendapatkan sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi.

Kampanye Kelana diharapkan dapat menurunkan laju kehilangan mangrove nasional sebesar 15% dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan penyerapan karbon hingga 3,5 juta ton CO₂ per tahun. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi contoh bagi negara lain dalam mengintegrasikan upaya konservasi dengan teknologi digital.