Menkeu siap stabilkan pasar obligasi saat nilai tukar sentuh Rp17.500

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kesiapan pemerintah untuk menstabilkan pasar obligasi domestik setelah nilai tukar rupiah mencapai level Rp17.500 per dolar AS. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi ekonomi yang membahas dampak fluktuasi nilai tukar terhadap pasar modal.

  • Mempertahankan imbal hasil obligasi pemerintah pada tingkat yang kompetitif untuk menarik investor domestik dan asing.
  • Mengoptimalkan penawaran surat utang negara (SUN) dengan jadwal yang terukur.
  • Menjaga likuiditas pasar melalui intervensi bank sentral bila diperlukan.
  • Koordinasi intensif dengan Bank Indonesia untuk mengendalikan volatilitas nilai tukar.

Peningkatan nilai tukar menjadi perhatian karena dapat menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya impor, yang pada gilirannya dapat memicu tekanan pada suku bunga obligasi. Dengan menjaga imbal hasil tetap stabil, pemerintah berharap dapat mengurangi beban pembiayaan negara dan menjaga kepercayaan investor.

Selain itu, Menteri menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk peningkatan partisipasi pasar obligasi korporasi dan pengembangan pasar sekuritas hijau. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan nasional serta memberikan ruang gerak bagi kebijakan fiskal di tengah tekanan inflasi.

Penguatan pasar obligasi juga diharapkan dapat mendukung program pembangunan jangka panjang, karena pemerintah dapat mengakses dana dengan biaya yang lebih terkendali.