Kemenhut: Sektor kehutanan berkontribusi 60 persen penurunan GRK

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan menjadi faktor utama dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, dengan kontribusi mencapai 60 persen dari total penurunan yang tercatat pada periode terbaru.

Penurunan ini tercapai berkat serangkaian kebijakan dan program yang difokuskan pada restorasi hutan, penegakan hukum terhadap pembalakan ilegal, serta peningkatan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan. Program-program tersebut meliputi penanaman kembali area kritis, pemberdayaan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan, dan pengembangan ekonomi berbasis hutan yang ramah lingkungan.

Berikut adalah beberapa inisiatif kunci yang berperan dalam pencapaian tersebut:

  • Rehabilitasi hutan alami seluas lebih dari 3 juta hektar sejak 2020.
  • Peningkatan pengawasan satelit untuk mendeteksi aktivitas illegal logging secara real‑time.
  • Pemberian insentif kepada petani yang menerapkan agroforestry dan praktik pertanian konservasi.
  • Kolaborasi dengan lembaga internasional untuk pendanaan proyek REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).

Data resmi menunjukkan distribusi kontribusi sektor kehutanan terhadap penurunan GRK sebagai berikut:

Sektor Persentase Penurunan GRK
Kehutanan & Lahan 60%
Energi 25%
Industri 10%
Transportasi 5%

Dengan pencapaian ini, Kementerian berharap dapat memperkuat komitmen Indonesia dalam agenda iklim global serta menurunkan target emisi nasional sesuai dengan kesepakatan Paris. Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik, swasta, dan komunitas lokal untuk memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai.