Investigasi BGN temukan nitrit di tumis pakcoy pada MBG di Cianjur

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan hasil investigasi terbaru terkait kasus kontaminasi nitrit pada makanan siap saji yang disajikan di program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Cianjur. Penelusuran dilakukan setelah sejumlah keluhan konsumen mengenai rasa pahit dan gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi tumis pakcoy.

Pengujian laboratorium yang dilakukan pada sampel tumis pakcoy menunjukkan kadar nitrit sebesar 150 mg/kg, jauh melampaui batas maksimum yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu 30 mg/kg. Hasil ini mengindikasikan adanya penambahan bahan pengawet nitrit secara tidak sah atau kontaminasi silang selama proses produksi.

Berikut poin penting yang disimpulkan BGN:

  • Kontaminasi nitrit terdeteksi pada 4 dari 7 sampel yang diambil di tiga outlet MBG di Cianjur.
  • Vendor pemasok sayuran tidak dapat memberikan bukti asal-usul pakcoy yang bersih dari nitrit.
  • Prosedur kontrol kualitas di dapur MBG belum memenuhi standar sanitasi yang ditetapkan.

BGN telah menginstruksikan pihak berwenang setempat untuk melakukan penarikan kembali (recall) semua produk tumis pakcoy yang terdistribusi dalam minggu terakhir serta menindaklanjuti pemasok yang terlibat.

Untuk melindungi konsumen, BGN memberikan rekomendasi berikut:

  1. Periksa label makanan dengan cermat, terutama pada produk olahan sayur.
  2. Hindari konsumsi sayuran yang memiliki bau atau rasa tidak biasa.
  3. Jika mengalami gejala seperti mual, muntah, atau diare setelah makan, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pihak MBG menyatakan komitmen untuk memperbaiki prosedur keamanan pangan dan menegaskan bahwa semua bahan baku akan melalui uji laboratorium sebelum diproses kembali.

Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok makanan publik, terutama dalam program yang menargetkan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.