LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Dinkes Sulteng) mengumumkan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus setelah beberapa laporan kasus muncul di beberapa wilayah.
Hantavirus merupakan virus yang ditularkan terutama melalui droplet atau partikel kecil yang terkontaminasi oleh urine, tinja, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan gejala demam tinggi, nyeri otot, dan dalam kasus berat dapat berujung pada sindrom paru-paru hantavirus (HPS) yang mengancam jiwa.
Untuk mencegah penyebaran, Dinkes Sulteng telah mengambil langkah-langkah berikut:
- Memperkuat jaringan surveilans penyakit di semua kabupaten dan kota di provinsi.
- Mengadakan pelatihan bagi tenaga medis tentang prosedur penanganan kasus hantavirus.
- Menyebarkan materi edukasi kepada masyarakat tentang cara menghindari kontak dengan tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.
- Menyiapkan fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan cepat dan akurat terhadap sampel yang dicurigai mengandung hantavirus.
Pihak dinas juga meminta warga untuk segera melaporkan gejala yang mencurigakan, terutama pada orang yang memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi. Pemeriksaan laboratorium dan isolasi pasien akan dilakukan secara cepat guna mengurangi risiko penularan lebih luas.
Selain itu, Dinkes Sulteng berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, untuk melakukan pemantauan terhadap populasi tikus di area-area rawan serta melakukan pengendalian hama secara terintegrasi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyebaran hantavirus dapat ditekan dan masyarakat tetap aman.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet