Tak Hanya Berfungsi Sebagai Kapal Survei, KRI Canopus-936 Jadi Submarine Rescue Pertama di Indonesia

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | KRI Canopus-936, sebuah kapal selam kelas survei milik TNI Angkatan Laut, baru saja menandai langkah penting dalam sejarah maritim Indonesia. Pada Senin, 11 Mei 2024, kapal tersebut berlabuh di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, menandakan peralihan peran menjadi kapal penyelamat kapal selam pertama di negeri ini.

Awalnya dirancang untuk melakukan pemetaan dasar laut, survei geologi, dan pengumpulan data ilmiah, Canopus-936 dilengkapi dengan peralatan modern seperti sonar multi‑beam, sistem navigasi inertial, serta laboratorium analisis data laut. Seiring meningkatnya kebutuhan keamanan bawah air, kapal ini dimodifikasi dengan fasilitas penyelamatan, termasuk ruang tekanan, peralatan dekompresi, serta robot selam (ROV) berkapasitas tinggi.

  • Kapabilitas survei: pemetaan batimetri, pengukuran sediment, deteksi objek bawah air.
  • Fasilitas penyelamatan: ruang tekanan hingga 6 atm, sistem dekompresi otomatis, kantong oksigen cadangan.
  • Peralatan ROV: kemampuan kerja hingga 300 meter, manipulasi objek, pengambilan video berdefinisi tinggi.
  • Komunikasi: sistem satelit, radio VHF, data link real‑time ke pusat komando.

Penambahan peran tersebut diharapkan meningkatkan kesiapan TNI‑AL dalam menanggapi insiden kapal selam, baik yang melibatkan armada domestik maupun asing yang berada di perairan Indonesia. Selain itu, kehadiran KRI Canopus-936 sebagai unit penyelamat pertama memberikan peluang bagi Indonesia untuk menawarkan layanan SAR (Search and Rescue) bawah laut kepada negara‑negara sahabat di kawasan Indo‑Pasifik.

Para ahli menilai bahwa investasi pada platform multi‑fungsi seperti Canopus-936 merupakan langkah strategis, mengingat biaya pembangunan kapal selam baru yang sangat tinggi. Dengan memanfaatkan basis survei yang sudah ada, TNI‑AL dapat memperluas kapasitas operasionalnya tanpa harus menambah armada secara signifikan.