BRMP Kementan Lakukan Tanam Padi Perdana dengan Sistem Modern di Kolaka Timur

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Jakarta, 10 Mei 2026 – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan tanam padi perdana yang mengusung teknologi modern di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkenalkan metode pertanian berbasis mekanisasi, digitalisasi, dan penggunaan input berkualitas tinggi untuk meningkatkan produktivitas padi.

Tanam padi pertama tersebut dilakukan pada lahan seluas 10 hektar yang dikelola oleh petani lokal bersama tim teknis BRMP. Sistem modern yang diterapkan mencakup penggunaan mesin tanam otomatis, sensor kelembaban tanah, serta aplikasi berbasis smartphone untuk memantau pertumbuhan tanaman secara real‑time.

Komponen utama sistem modern

  • Mesin tanam otomatis: Memungkinkan penanaman bibit dengan kedalaman dan jarak yang presisi, mengurangi kehilangan bibit dan meningkatkan kepadatan tanam.
  • Sensor tanah dan iklim: Mengirimkan data kelembaban, suhu, dan curah hujan ke pusat data, sehingga petani dapat menyesuaikan jadwal irigasi dan pemupukan secara tepat.
  • Aplikasi pertanian digital: Memberikan rekomendasi pemupukan, pengendalian hama, dan prediksi hasil panen berdasarkan data yang terkumpul.

Petani yang terlibat, Bapak Andi Suryadi, mengaku sangat antusias dengan teknologi baru ini. “Dengan mesin tanam otomatis, pekerjaan kami menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih terjamin. Data sensor membantu kami mengatur pemupukan sehingga tidak berlebihan,” ujarnya.

Direktur BRMP, Dr. Siti Nurhaliza, menyatakan bahwa proyek percontohan ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain. “Kami ingin menunjukkan bahwa modernisasi pertanian dapat meningkatkan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Jika berhasil, skala penerapan akan diperluas ke seluruh provinsi Sulawesi Tenggara,” katanya.

Selain peningkatan produktivitas, sistem ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi, mengurangi penggunaan pestisida secara berlebihan, dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan hasil panen padi sebesar 20‑25 persen pada musim tanam berikutnya di wilayah tersebut.

Keberhasilan tanam padi perdana ini menjadi bukti komitmen Kementerian Pertanian dalam mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia melalui inovasi teknologi, kemitraan dengan petani, dan dukungan kebijakan yang memadai.