Dokter Magang Tewas Diduga Akibat Kerja Tanpa Libur, Sahroni Ingatkan Budaya Senioritas Merusak Mental

LintasWarganet.com – 08 Mei 2026 | Seorang dokter magang dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi yang mengindikasikan kelelahan akibat tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kasus ini memicu keprihatinan luas karena menyoroti praktik kerja berjam-jam di lingkungan rumah sakit yang dapat membahayakan kesehatan para tenaga medis muda.

Anggota DPR, Sahroni, segera menanggapi insiden tersebut dengan menuntut penyelidikan menyeluruh oleh Polri serta Kementerian Kesehatan. Ia menekankan pentingnya menelusuri kemungkinan pelanggaran yang dilakukan oleh institusi rumah sakit atau dokter pendamping yang mengawasi magang, khususnya terkait ketentuan jam kerja dan hak istirahat.

Budaya senioritas yang kaku di kalangan institusi medis sering kali menempatkan tekanan ekstra pada dokter muda. Praktik ini tidak hanya menurunkan kualitas pelayanan, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik mereka. Beberapa kasus serupa telah tercatat sebelumnya, memperlihatkan pola berulang dimana beban kerja berlebih menjadi pemicu kecelakaan kerja atau bahkan kematian.

Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa:

  • Penetapan batas maksimal jam kerja harian dan mingguan bagi dokter magang sesuai standar internasional.
  • Pemberian hari libur wajib setiap minggu serta cuti tahunan yang dapat diakses tanpa prosedur yang berbelit.
  • Pembentukan tim pendukung kesehatan mental di setiap rumah sakit yang meliputi konseling dan monitoring stres.
  • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan pelanggaran jam kerja kepada otoritas kesehatan.
  • Penerapan program orientasi yang menekankan hak dan kewajiban dokter magang, termasuk hak istirahat.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk meninjau kembali kebijakan kerja dan budaya senioritas yang selama ini dianggap normatif. Menjamin kesejahteraan dokter magang tidak hanya melindungi nyawa mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.