Penasihat Hukum Korban Kiai Cabul di Pati Ungkap Godaan Uang Ratusan Juta dan Ancaman Intimidasi

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Penasihat hukum yang mewakili korban seorang kiai yang dituduh melakukan pelecehan seksual di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengungkapkan rangkaian taktik intimidasi dan penawaran uang yang sangat besar untuk menghentikan proses hukum. Menurutnya, korban sempat digoda dengan janji uang ratusan juta rupiah serta mengalami ancaman yang menimbulkan rasa takut akan keselamatan diri dan keluarganya.

Kasus ini pertama kali terungkap pada awal Mei 2024 setelah seorang perempuan mengajukan laporan ke kepolisian setempat. Ia menuduh seorang kiai terkemuka di wilayah tersebut melakukan perbuatan asusila terhadapnya selama beberapa bulan. Laporan itu kemudian menjadi sorotan media lokal dan memicu penyelidikan lebih lanjut.

Pengakuan penasihat hukum

Dalam pernyataan yang diberikan kepada wartawan pada hari Selasa, penasihat hukum tersebut menjelaskan bahwa pada saat proses penyidikan berjalan, pihak-pihak yang berkepentingan mencoba mempengaruhi korban dengan menawarkan sejumlah uang yang mencapai ratusan juta rupiah. “Mereka mengatakan uang itu akan diberikan jika korban bersedia menyerah dan tidak melanjutkan proses hukum,” ujar sang penasihat.

Selain tawaran uang, korban juga dilaporkan menerima ancaman berupa telepon anonim yang menyatakan akan mengungkap rahasia pribadi keluarga korban serta mengancam akan melakukan tindakan kekerasan jika ia tetap melanjutkan kasus tersebut.

Langkah kepolisian

  • Polisi setempat membuka penyelidikan kriminal dengan menyita bukti elektronik, termasuk rekaman telepon dan pesan singkat yang diduga menjadi bukti intimidasi.
  • Beberapa saksi kunci, termasuk anggota keluarga korban, telah dipanggil untuk memberikan keterangan.
  • Penangkapan terhadap tersangka utama, yakni kiai yang dituduh, masih dalam proses karena masih diperlukan bukti yang cukup untuk mengamankannya.

Polisi menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur dan tidak akan terpengaruh oleh upaya-upaya intimidasi atau penawaran uang. “Kami berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ujar Kapolres Pati, Budi Santoso.

Reaksi masyarakat dan organisasi hak perempuan

Berbagai kelompok masyarakat dan LSM yang bergerak dalam bidang hak perempuan menilai kasus ini sebagai contoh nyata penyalahgunaan kekuasaan oleh tokoh agama. Mereka menyerukan agar aparat penegak hukum memberikan perlindungan yang memadai kepada korban serta mempercepat proses peradilan.

Selain itu, sejumlah tokoh agama lokal menyatakan keprihatinan mereka atas kasus ini dan menegaskan pentingnya menjaga integritas lembaga keagamaan dari tindakan kriminal.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan aktif. Pihak keluarga korban berharap agar proses hukum dapat berjalan cepat dan adil, serta meminta agar pelaku yang terbukti bersalah dapat dijatuhi hukuman setimpal.