Sambil Menahan Tangis Mantan Pegawai Ceritakan Perilaku Bejat Kiai Cabul di Pati: Orang Dekat Si Iblis Itu Merasa Dekat dengan Allah

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Seorang mantan pegawai Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, mengungkapkan pengalaman memilukan tentang tindakan seksual tidak senonoh yang dilakukan oleh seorang kiai di lingkungan pesantren tersebut. Kesaksiannya muncul di tengah sorotan publik yang menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran moral yang terjadi di lembaga keagamaan.

Berikut rangkuman utama dari kesaksian mantan pegawai:

  • Penggunaan bahasa religius untuk mengendalikan korban, mengklaim bahwa tindakan seksual merupakan “uji iman”.
  • Penciptaan situasi tertutup di kamar atau ruang pribadi, di mana kiai mengintimidasi atau memaksa korban.
  • Ancaman sosial dan spiritual bagi korban yang menolak, termasuk tuduhan menghalangi hubungan mereka dengan Allah.
  • Penutupan informasi oleh pihak manajemen pesantren, yang menganggap masalah tersebut sebagai urusan internal.

Saksi menyatakan bahwa ia menahan tangis saat mengungkapkan semua ini, namun merasa penting untuk memberi suara kepada para korban yang selama ini terdiam. Ia menegaskan bahwa perilaku semacam ini tidak hanya melanggar norma agama, tetapi juga merupakan kejahatan seksual yang harus diproses secara hukum.

Pihak kepolisian setempat telah menerima laporan resmi dan sedang melakukan penyelidikan. Sementara itu, masyarakat Pati menuntut transparansi penuh dari pengelola pesantren dan menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi para santri yang berpotensi menjadi korban.

Kasus ini menambah daftar kontroversi serupa di institusi keagamaan Indonesia, menggarisbawahi pentingnya pengawasan eksternal, edukasi tentang hak asasi manusia, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual, tanpa memandang status keagamaan atau sosial mereka.