Pemkot Palangka Raya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Proklim

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali menegaskan komitmen dalam memperkuat upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim melalui Program Proklim (Program Klimatisk). Inisiatif ini diluncurkan setelah serangkaian peristiwa cuaca ekstrem yang menimbulkan banjir dan tanah longsor di wilayah kota.

Proklim dirancang sebagai kerangka kerja terpadu yang mencakup tiga pilar utama: pencegahan, kesiapsiagaan, dan pemulihan. Setiap pilar melibatkan koordinasi lintas sektoral antara Dinas Penanggulangan Bencana, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta lembaga akademik dan masyarakat sipil.

  • Pencegahan: Penataan kembali daerah rawan banjir dengan rehabilitasi sungai, pembangunan tanggul, dan penanaman vegetasi penahan air.
  • Kesiapsiagaan: Penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi GPS dan sensor curah hujan, serta pelatihan rutin bagi relawan dan aparat keamanan.
  • Pemulihan: Penyediaan dana darurat dan skema asuransi mikro untuk membantu warga yang terdampak bangkit kembali.

Anggaran awal Proklim ditetapkan sebesar Rp 150 miliar selama tiga tahun ke depan. Dana tersebut dialokasikan untuk infrastruktur fisik, pengadaan peralatan monitoring, serta program edukasi publik mengenai bahaya bencana dan langkah-langkah mitigasi.

Walikota Palangka Raya, H. Yulius Setiawan, menyatakan bahwa Proklim tidak hanya menjadi respons terhadap kejadian bencana terbaru, namun juga merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap perubahan iklim. “Kami ingin Palangka Raya menjadi contoh kota kecil yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan,” ujarnya dalam pertemuan resmi yang dihadiri pejabat daerah dan perwakilan LSM.

Selain itu, Proklim juga menargetkan peningkatan literasi bencana di kalangan pelajar melalui kurikulum khusus di sekolah menengah pertama dan menengah atas. Program edukasi ini mencakup simulasi evakuasi, workshop pembuatan peralatan darurat, serta kompetisi inovasi mitigasi yang melibatkan siswa.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Palangka Raya dapat menurunkan angka kerusakan properti dan korban jiwa akibat bencana alam, serta memperkuat ketahanan sosial‑ekonomi masyarakat dalam menghadapi kondisi iklim yang semakin tidak menentu.