Tim SAR evakuasi jasad empat ABK korban gas beracun di perairan Kalsel

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah empat anggota anak buah kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 yang ditemukan tewas di perairan Kalimantan Selatan pada hari Selasa, 7 Mei 2026. Kejadian tersebut diduga diakibatkan oleh paparan gas beracun yang muncul secara tiba-tiba saat kapal sedang berlayar di zona perairan dekat Pulau Laut.

Berikut kronologi singkat yang berhasil diungkap:

  • 08:30 WIB – Kapal TB Samudra Jaya 1 melaporkan adanya bau tidak sedap dan gejala sesak napas pada beberapa awak kapal.
  • 09:00 WIB – Kapal menghentikan mesin dan mengirim sinyal SOS kepada otoritas pelayaran setempat.
  • 09:20 WIB – Tim SAR gabungan yang terdiri dari SAR Nasional, Basarnas, dan TNI AL tiba di lokasi.
  • 09:45 WIB – Tim medis melakukan pemeriksaan awal terhadap semua ABK yang selamat.
  • 10:10 WIB – Empat ABK yang menunjukkan tanda-tanda keracunan parah dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya segera diangkut ke kapal SAR.
  • 11:30 WIB – Jenazah di evakuasi ke rumah sakit militer di Banjarmasin untuk proses identifikasi dan pemakaman.

Pihak berwenang, termasuk Kepala Basarnas Kalsel, menyatakan bahwa penyebab pasti gas beracun masih dalam penyelidikan. Sementara itu, dugaan awal mengarah pada kebocoran gas cair yang mungkin terbawa dari muatan kapal atau terlepas dari instalasi peralatan mesin.

Direktur PT. Samudra Jaya, perusahaan pemilik kapal, menyampaikan rasa duka yang mendalam serta berjanji akan bekerja sama penuh dengan penyelidikan. Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di semua armada.

Tim SAR menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap sistem ventilasi dan detektor gas pada kapal penumpang maupun kargo. Mereka juga mengimbau seluruh operator pelayaran di wilayah perairan Indonesia untuk memastikan prosedur darurat gas beracun selalu siap dijalankan.

Kasus ini menambah catatan tragis kecelakaan maritim di Indonesia dan menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keselamatan laut serta kesiapsiagaan tim penanggulangan bencana.