Studi: Kematian Akibat Gelombang Panas di Australia Berpotensi Capai 6.000 Jiwa

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Penelitian terbaru mengungkap bahwa jumlah kematian tahunan yang terkait dengan gelombang panas di Australia dapat mendekati angka 6.000 jiwa jika tren suhu ekstrem terus berlanjut.

Tim peneliti dari beberapa universitas dan lembaga riset mengumpulkan data historis sejak tahun 1970, mengaitkan kematian langsung maupun tidak langsung dengan kejadian suhu di atas 35°C. Analisis tersebut memperhitungkan faktor usia, penyakit kronis, serta wilayah geografis yang paling rentan.

Hasil utama menunjukkan peningkatan mortalitas yang signifikan pada kelompok usia 65 tahun ke atas serta pada penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Tahun Perkiraan Kematian (jiwa)
2020 2.300
2025 3.500
2030 4.800
2035 6.000

Para ahli memperingatkan bahwa peningkatan suhu tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan individu, tetapi juga menambah beban pada sistem layanan darurat. Pemerintah Australia telah mengumumkan rencana aksi mitigasi, termasuk peningkatan jaringan pendingin di fasilitas publik, program edukasi bagi masyarakat rentan, dan investasi dalam infrastruktur hijau.

Untuk mengurangi risiko, rekomendasi utama meliputi:

  • Peningkatan akses ke tempat peneduh dan fasilitas pendingin, khususnya di daerah dengan tingkat kematian tinggi.
  • Pemeriksaan rutin bagi warga lanjut usia serta individu dengan penyakit kardiovaskular atau pernapasan.
  • Penerapan sistem peringatan dini suhu ekstrem yang terintegrasi dengan layanan kesehatan.
  • Penguatan kebijakan energi bersih untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

Studi ini menegaskan urgensi tindakan kolektif dalam menghadapi perubahan iklim, mengingat dampak langsung pada kesehatan masyarakat dapat mencapai angka kematian yang mengkhawatirkan.