Kelompok bisnis sebut permintaan cip tetap kuat di tengah situasi geopolitik

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Kelompok bisnis di Indonesia menegaskan bahwa permintaan chip atau cip tetap menunjukkan kekuatan yang signifikan meskipun dunia berada dalam ketegangan geopolitik yang terus berkembang. Pernyataan tersebut datang setelah data terbaru memperlihatkan lonjakan permintaan semikonduktor yang diproyeksikan akan berlanjut dalam beberapa kuartal ke depan.

Faktor utama yang mendorong permintaan tinggi meliputi kebutuhan industri otomotif akan kendaraan listrik, peningkatan penggunaan perangkat pintar, serta pertumbuhan layanan data‑center dan kecerdasan buatan (AI). Semua sektor ini secara bersamaan meningkatkan konsumsi komponen semikonduktor, sehingga pasar global terus menyerap pasokan meski menghadapi hambatan logistik.

Di sisi lain, situasi geopolitik—termasuk persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China, serta dampak konflik di Ukraina—menyebabkan gangguan pada rantai pasokan bahan baku dan pembatasan ekspor. Meskipun demikian, para pelaku bisnis menilai bahwa gangguan tersebut belum cukup kuat untuk menurunkan permintaan akhir, melainkan hanya memicu penyesuaian jalur logistik dan diversifikasi sumber.

Berikut beberapa faktor kunci yang dipandang memperkuat tren permintaan cip:

  • Adopsi kendaraan listrik yang semakin meluas.
  • Peningkatan penggunaan perangkat IoT di sektor industri dan konsumen.
  • Ekspansi layanan cloud dan AI yang menuntut daya komputasi tinggi.
  • Kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan ekosistem semikonduktor lokal.
  • Upaya diversifikasi sumber bahan baku guna mengurangi ketergantungan pada satu wilayah.

Para pemangku kepentingan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset untuk mempercepat pembangunan fasilitas produksi chip dalam negeri, sehingga Indonesia dapat berperan lebih signifikan dalam rantai nilai global semikonduktor.