Viral di Media Sosial, Prajurit TNI Cekcok Sampai Ngamuk karena Menolak Bayar Admin QRIS di Warung Pinggir Jalan

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Seorang prajurit TNI yang sedang berada di Jakarta terlibat adu mulut hingga mengamuk di sebuah warung kelontong setelah menolak membayar biaya admin QRIS yang dikenakan oleh penjual.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian cepat menyebar di berbagai platform media sosial, memicu perdebatan luas mengenai kebijakan biaya tambahan pada transaksi digital serta perilaku anggota militer dalam situasi publik.

  • Lokasi: warung pinggir jalan di Jakarta.
  • Prajurit: anggota TNI yang belum diidentifikasi secara resmi.
  • Masalah: penjual meminta tambahan Rp2.000 untuk admin QRIS, yang ditolak oleh prajurit.
  • Reaksi: prajurit naik suara, mengancam penjual, lalu melakukan tindakan fisik.

Setelah video tersebut menjadi viral, pihak kepolisian setempat dan perwakilan TNI langsung turun tangan. Polisi melakukan pemeriksaan saksi dan mengamankan rekaman CCTV untuk memastikan kronologis kejadian. Sementara TNI menyatakan akan menindak tegas anggota yang terlibat bila terbukti melanggar kode etik dan peraturan militer.

Pengamat menyebut bahwa kasus ini mencerminkan tantangan baru dalam era digital, di mana biaya tambahan pada layanan pembayaran non-tunai seperti QRIS masih menjadi bahan kontroversi. Meskipun QRIS sendiri tidak memungut biaya admin kepada konsumen, beberapa pedagang menambahkan biaya tersebut secara mandiri.

Pihak berwenang diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini secara hukum dan memberikan edukasi kepada masyarakat serta anggota militer mengenai hak dan kewajiban dalam transaksi digital, serta pentingnya menjaga ketertiban umum.