Panen Raya Jagung di Lapas Perempuan Palu: Upaya Ketahanan Pangan di Sulawesi Tengah

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah menggelar acara panen raya jagung di Lapas Perempuan Palu pada akhir pekan kemarin. Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan pertanian kepada narapidana perempuan.

Selama tiga bulan terakhir, petani narapidana menanam sekitar tiga hektar lahan dengan varietas jagung hibrida yang tahan terhadap hama dan cuaca ekstrim. Pada hari panen, total hasil yang diperoleh mencapai lebih dari 12 ton jagung matang, yang selanjutnya akan dibagi secara merata antara lembaga pemasyarakatan, dinas pertanian setempat, dan masyarakat sekitar.

Selain panen, petugas Lapas Perempuan Palu menebarkan 1.000 bibit jagung ke petani kecil di desa-desa terdekat. Penyerbuan bibit ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan produksi jagung, meningkatkan pendapatan petani, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

  • Pendidikan dan pelatihan: Narapidana diberikan pelatihan agronomi, pengelolaan lahan, serta teknik panen modern oleh ahli pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Palu.
  • Manfaat ekonomi: Hasil panen dijual di pasar lokal, sebagian pendapatan disalurkan ke program rehabilitasi narapidana, dan sisanya dialokasikan untuk dana sosial Lapas.
  • Dampak sosial: Program ini meningkatkan rasa kebersamaan antara narapidana dan warga sekitar, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

Ketua Lapas Perempuan Palu, Siti Nurhaliza, menyatakan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya memberi manfaat material, tetapi juga membantu narapidana mengembangkan rasa tanggung jawab dan kemandirian. “Kami berharap panen raya ini menjadi contoh bagi Lapas lainnya untuk mengintegrasikan program pertanian dalam upaya reintegrasi sosial,” ujarnya.

Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk memperluas program serupa ke Lapas lain di wilayah tersebut, dengan target peningkatan produksi pangan sebesar 20% dalam dua tahun ke depan.