Jabar deflasi 0,07 persen April 2026 seiring normalisasi harga Lebaran

LintasWarganet.com – 04 Mei 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa indeks harga konsumen (IHK) Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 0,07 % secara bulanan pada April 2026. Penurunan ini menandai terjadinya deflasi pertama sejak awal tahun, yang dipengaruhi oleh normalisasi harga menjelang Hari Raya Lebaran.

Selama tiga bulan terakhir, inflasi di provinsi ini berfluktuasi: Januari 2026 mencatat kenaikan 0,45 %, Februari 2026 naik 0,12 %, dan Maret 2026 tetap stabil dengan pertumbuhan 0,03 %. Penurunan pada April terjadi karena harga barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng kembali turun mendekati level pasar sebelum lonjakan harga pada awal tahun.

Bulan Perubahan IHK (%)
Januari 2026 +0,45
Februari 2026 +0,12
Maret 2026 +0,03
April 2026 -0,07

Normalisasi harga Lebaran terjadi setelah pemerintah melakukan intervensi pada pasar grosir dan memperketat pengawasan distribusi barang. Kebijakan penetapan harga eceran maksimum serta penambahan stok cadangan di gudang pangan membantu menurunkan tekanan inflasi.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa deflasi sebesar 0,07 % masih berada dalam batas wajar dan tidak mengindikasikan risiko deflasi yang meluas. Namun, mereka memperingatkan agar kebijakan penstabil harga tetap berkelanjutan, terutama mengingat kemungkinan fluktuasi harga energi dan bahan baku yang dapat mempengaruhi biaya produksi.

Ke depan, BPS memproyeksikan inflasi Jawa Barat kembali berada pada kisaran positif pada bulan Mei 2026, seiring dengan berakhirnya periode lebaran dan stabilnya pasokan bahan pangan.