DKP Sulut: Industri Kuat, Ekonomi Daerah Tumbuh Berkelanjutan
DKP Sulut: Industri Kuat, Ekonomi Daerah Tumbuh Berkelanjutan

DKP Sulut: Industri Kuat, Ekonomi Daerah Tumbuh Berkelanjutan

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Utara, Salman Mokoginta, menegaskan bahwa kekuatan industri perikanan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama pemangku kepentingan pada awal bulan ini, menyoroti upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat rantai nilai perikanan.

Perikanan menyumbang sekitar 15% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 120.000 penduduk, baik di sektor penangkapan maupun pengolahan. Dengan nilai ekspor ikan mencapai miliaran rupiah tiap tahunnya, sektor ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Untuk meningkatkan daya saing, DKP Sulut meluncurkan beberapa inisiatif strategis, antara lain:

  • Peningkatan kapasitas armada nelayan melalui subsidi kapal berdaya rendah emisi.
  • Pembinaan teknologi pengolahan hasil laut modern, termasuk fasilitas pendinginan dan pengemasan.
  • Pelatihan berkelanjutan tentang praktik penangkapan ramah lingkungan dan manajemen sumber daya ikan.
  • Peningkatan akses pasar melalui kemitraan dengan perusahaan distribusi domestik dan internasional.

Berikut adalah gambaran produksi perikanan dan pendapatan yang tercatat dalam dua tahun terakhir:

Tahun Produksi (ton) Pendapatan (miliar Rp)
2022 150,000 2,300
2023 165,000 2,550

Meski terdapat kemajuan, tantangan tetap signifikan. Praktik penangkapan ikan ilegal, dampak perubahan iklim, serta keterbatasan infrastruktur pelabuhan menghambat potensi pertumbuhan maksimal. DKP Sulut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas nelayan untuk mengatasi isu-isu tersebut.

Ke depan, target DKP Sulut adalah meningkatkan produksi tahunan sebesar 10% dan menambah nilai ekspor hingga 3 triliun rupiah pada akhir 2025. Pencapaian tersebut diharapkan akan memperkuat ketahanan pangan daerah, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai pusat industri perikanan yang berkelanjutan.