Defisit APBN Mencapai 0,93 Persen Hingga Maret 2026, Tembus Rp 240,1 Triliun
Defisit APBN Mencapai 0,93 Persen Hingga Maret 2026, Tembus Rp 240,1 Triliun

Defisit APBN Mencapai 0,93 Persen Hingga Maret 2026, Tembus Rp 240,1 Triliun

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencatatkan defisit hampir mencapai batas 1 persen pada akhir Maret 2026. Data resmi menunjukkan defisit sebesar 0,93 persen, atau setara dengan Rp 240,1 triliun.

Angka ini menandakan tekanan fiskal yang signifikan, mengingat target defisit maksimal pemerintah adalah 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun masih di bawah batas yang ditetapkan, tren kenaikan defisit mengundang perhatian para analis ekonomi.

Berikut rangkuman data utama hingga Maret 2026:

Parameter Nilai
Defisit APBN 0,93 % (dari PDB)
Jumlah Defisit Rp 240,1 triliun
Batas Defisit Maksimum 1 % (dari PDB)

Beberapa faktor yang berkontribusi pada defisit ini meliputi peningkatan belanja modal untuk infrastruktur, subsidi energi, serta penurunan pendapatan pajak yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Pemerintah diperkirakan akan menyesuaikan kebijakan fiskal pada tahun anggaran berikutnya untuk menahan laju defisit.

Pengamat ekonomi menekankan pentingnya memperkuat basis pendapatan melalui reformasi perpajakan dan meningkatkan efisiensi belanja publik. Upaya tersebut diharapkan dapat menurunkan rasio defisit dan menjaga stabilitas keuangan negara.