Pemkab Kutai Timur Targetkan Eliminasi Tuberkulosis pada Tahun 2030
Pemkab Kutai Timur Targetkan Eliminasi Tuberkulosis pada Tahun 2030

Pemkab Kutai Timur Targetkan Eliminasi Tuberkulosis pada Tahun 2030

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) di Kalimantan Timur menegaskan komitmen kuat untuk menuntaskan masalah tuberkulosis (TB) di wilayahnya dengan menargetkan eliminasi penyakit ini pada tahun 2030. Target tersebut sejalan dengan agenda nasional Indonesia yang berupaya menurunkan beban TB secara signifikan dalam satu dekade ke depan.

Untuk mencapai tujuan eliminasi, Pemkab Kutim merumuskan serangkaian strategi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan sektoral:

  • Peningkatan skrining aktif: Tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan TB secara periodik di puskesmas, posyandu, serta tempat kerja utama, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan.
  • Penguatan layanan diagnostik: Pengadaan mesin GeneXpert dan pelatihan tenaga medis untuk diagnosis cepat dan akurat, mengurangi waktu deteksi hingga kurang dari 48 jam.
  • Percepatan pengobatan berbasis digital: Implementasi aplikasi pemantauan pengobatan (DOTS digital) yang memungkinkan petugas kesehatan memantau kepatuhan pasien secara real‑time.
  • Pendidikan dan pemberdayaan masyarakat: Kampanye penyuluhan melalui media lokal, tokoh agama, serta kelompok perempuan untuk meningkatkan kesadaran gejala TB dan pentingnya pengobatan lengkap.
  • Kerjasama lintas sektor: Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, serta lembaga swadaya masyarakat untuk menyiapkan lingkungan yang mendukung pencegahan dan penanganan TB.

Pemkab Kutim juga menyiapkan anggaran khusus sebesar Rp 45 miliar selama periode 2024‑2030, yang sebagian akan dialokasikan untuk fasilitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta program insentif bagi pasien yang menyelesaikan pengobatan.

Dengan pendekatan terpadu tersebut, diharapkan angka kejadian TB dapat turun drastis, menurunkan tingkat kematian, serta meningkatkan kualitas hidup warga Kutai Timur. Pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan mitra internasional.