Dua Warga Sulsel Disandera Perompak Somalia, Pemerintah Provinsi Bergerak Cepat
Dua Warga Sulsel Disandera Perompak Somalia, Pemerintah Provinsi Bergerak Cepat

Dua Warga Sulsel Disandera Perompak Somalia, Pemerintah Provinsi Bergerak Cepat

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Pada tanggal 26 April 2026, dua warga Sulawesi Selatan yang sedang berada di atas kapal kargo yang melintasi perairan lepas pantai Somalia dilaporkan disandera oleh kelompok perompak yang beroperasi di zona rawan pembajakan Laut Hindia. Kedua korban, seorang pria berusia 34 tahun dan seorang wanita berusia 29 tahun, merupakan warga Kabupaten Gowa yang bekerja sebagai tenaga kerja kapal internasional.

Berita penyanderaan tersebut cepat menyebar ke media sosial dan jaringan informasi lokal, memicu keprihatinan publik serta tekanan pada pemerintah daerah. Menanggapi situasi yang berpotensi mengancam keselamatan WNI di luar negeri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengaktifkan prosedur darurat melalui Dinas Kehumasan dan Koordinator Penanganan Krisis Luar Negeri.

Berikut langkah‑langkah utama yang diambil oleh Pemerintah Provinsi:

  • Mengirim tim khusus ke Kantor Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi langsung dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kenya, yang menjadi titik kontak regional untuk kasus penyanderaan di wilayah tersebut.
  • Mengaktifkan jalur komunikasi eksklusif dengan Keluarga Korban, menyediakan informasi terkini serta bantuan psikologis.
  • Menyiapkan delegasi konsuler yang akan melakukan kunjungan ke lokasi penahanan bila situasi keamanan memungkinkan, sekaligus menyiapkan dokumen legal untuk proses pembebasan.
  • Bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut melalui Komando Lintas Laut untuk memantau pergerakan kapal perompak dan menyiapkan operasi penyelamatan bila diperlukan.
  • Mengadakan rapat koordinasi rutin dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna memastikan kesiapan penanganan krisis lintas sektoral.

Pemerintah Provinsi menegaskan komitmennya untuk melindungi warga Sulawesi Selatan di luar negeri dan berjanji akan terus memantau perkembangan kasus hingga kedua sandera dapat kembali dengan selamat. Kementerian Luar Negeri serta pihak berwenang internasional juga telah diminta untuk mempercepat proses negosiasi dan memastikan tidak ada korban jiwa lebih lanjut.

Kasus ini menambah catatan panjang aksi perompakan di perairan Somalia yang sejak 2008 telah menelan ribuan nyawa dan menimbulkan kerugian ekonomi signifikan. Pemerintah Indonesia terus menekankan pentingnya kerja sama regional dalam mengamankan jalur pelayaran internasional serta meningkatkan kapasitas patroli maritim untuk mencegah insiden serupa di masa depan.